Bandar Lampung: Polda Lampung telah membentuk Tim Khusus untuk menyelidiki meninggalnya siswa SPN Kemiling bernama Advent Pratama Telaumbanua. Tim tersebut langsung dipimpin oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Umar Effendi.
Selain itu, Tim Khusus itu juga melibatkan Ditreskrimum, Karo SDM, Kabid Dokkes, dan Kabid Propam Polda Lampung. Tim sudah melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan keterangan terkait kejadian itu.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengungkapkan kepolisian telah memeriksa 30 orang yang berada di lokasi saat kejadian. Meski begitu, pihaknya belum mau membuka hasil penyelidikan sementara.
"Untuk hasil pemeriksaan kami belum bisa menyampaikan ke publik nanti kalau sudah waktunya akan kami sampaikan," ungkapnya, Senin, 21 Agustus 2023.
Meski begitu, pihaknya mengklaim tidak menemukan indikasi penganiayaan. Kepolisian mengakui ditemukan ada luka di bagian dahi, dagu, dan bibir. Namun menurutnya, luka tersebut itu karena Advent terjatuh.
Sebeleumnya ia juga menjelaskan, sebelum kejadian, Advent sempat mengikuti pembinaan fisik pada siang hari. Latihan fisik berupa lari 3 putaran lapangan sekolah, push up, serta sit up. Saat memasuki jam istirahat, seluruh siswa menuju rumah makan termasuk Advent. Namun, baru berjalan sekitar 30 meter tiba-tiba Advent terjatuh ke arah depan.
Saat terjatuh, APT langsung mendapatkan pertolongan rekan yang berada di lokasi. Pengasuh langsung memanggil petugas klinik SPN untuk memberikan pertolongan. Sesaat usai jatuh, Advent masih dapat berkomunikasi dan mengaku pusing. Namun, kesadarannya terus menurun dan akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara.
"Pukul 14.05 WIB, siswa sampai di RS Bhayangkara dan dibawa ke UGD. Sekitar 40 menit setelah itu atau pukul 14.45 WIB yang bersangkutan meninggal dunia," ungkapnya.
Bandar Lampung: Polda Lampung telah membentuk Tim Khusus untuk menyelidiki meninggalnya
siswa SPN Kemiling bernama Advent Pratama Telaumbanua. Tim tersebut langsung dipimpin oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Umar Effendi.
Selain itu, Tim Khusus itu juga melibatkan Ditreskrimum, Karo SDM, Kabid Dokkes, dan Kabid
Propam Polda Lampung. Tim sudah melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan keterangan terkait kejadian itu.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengungkapkan kepolisian telah memeriksa 30 orang yang berada di lokasi saat kejadian. Meski begitu, pihaknya belum mau membuka hasil
penyelidikan sementara.
"Untuk hasil pemeriksaan kami belum bisa menyampaikan ke publik nanti kalau sudah waktunya akan kami sampaikan," ungkapnya, Senin, 21 Agustus 2023.
Meski begitu, pihaknya mengklaim tidak menemukan indikasi penganiayaan. Kepolisian mengakui ditemukan ada luka di bagian dahi, dagu, dan bibir. Namun menurutnya, luka tersebut itu karena Advent terjatuh.
Sebeleumnya ia juga menjelaskan, sebelum kejadian, Advent sempat mengikuti pembinaan fisik pada siang hari. Latihan fisik berupa lari 3 putaran lapangan sekolah, push up, serta sit up. Saat memasuki jam istirahat, seluruh siswa menuju rumah makan termasuk Advent. Namun, baru berjalan sekitar 30 meter tiba-tiba Advent terjatuh ke arah depan.
Saat terjatuh, APT langsung mendapatkan pertolongan rekan yang berada di lokasi. Pengasuh langsung memanggil petugas klinik SPN untuk memberikan pertolongan. Sesaat usai jatuh, Advent masih dapat berkomunikasi dan mengaku pusing. Namun, kesadarannya terus menurun dan akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara.
"Pukul 14.05 WIB, siswa sampai di RS Bhayangkara dan dibawa ke UGD. Sekitar 40 menit setelah itu atau pukul 14.45 WIB yang bersangkutan meninggal dunia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)