Ilustrasi hewan ternak babi mati mendadak terserang virus ASF. (ANTARA/HO/21)
Ilustrasi hewan ternak babi mati mendadak terserang virus ASF. (ANTARA/HO/21)

Virus Afrika Mewabah di Sikka, 17 Babi Ditemukan Mati

Media Indonesia • 21 September 2022 14:47

Sikka: Virus African Swine Fever (ASF) atau penyakit babi kembali menyeran Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kali ini virus tersebut menyerang puluhan babi yang ada di Kecamatan Tanawawo tepatnya di Desa Loke dan Desa Poma.
 
Camat Tanawawo Yohanes Oriwis Naga Seso menuturkan saat ini ada sekitar 17 ekor babi miliki warganya yang ada di Desa Loke dan Desa dilaporkan tewas mendadak. Hal ini diduga kuat diserang virus ASF.

"Saya baru dapat laporan dari Kepala BPP Kecamatan Tanawawo bahwa adasekitar 17 ekor babi mili warga tewas mendadak. Diduga kuat diserang virus ASF," jelas Yohanes saat dihubungi, Rabu, 21 September 2022.

Baca: Ribuan Ternak Babi di Sikka Mati Akibat Wabah ASF

Kematian babi ini membuat warganya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar. Masalah ini telah disampaikan kepada dinas terkait sehingga ini menjadi perhatian serius.

Yohanes mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Tanawawo agar hewan ternak babi tidak dibawa keluar dari Desa Poma dan Desa Loke sehingga tidak terjadi penyebaran virus ASF lebih meluas.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada warganya bahwa bila ada hewan ternak babi yang bergejala ASF, antara lain, kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum, diare berdarah, demam, sembelit, kejang, tidak mau makan, muntah dan kesulitan bernapas untuk segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat atau BPP Kecamatan Tanawawo.

"Jagalah selalu kebersihan kandang dan lingkungan sekitar, ASF dapat menyebar melalui kontak langsung serangga, pakaian, peralatan peternakan, pakan yang terkontaminasi," ujar Yohanes.


 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif