Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Aremania (suporter Arema FC di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022/Dok. Aremania.
Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Aremania (suporter Arema FC di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022/Dok. Aremania.

Populer Daerah: Audiensi PSHT dengan Warga Malang Hingga Pencarian Pelaku Teror Jember

Nur Azizah • 09 Agustus 2022 08:10
Malang: Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), suporter Arema FC, Aremania di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022. Pertemuan ini dilaksanakan usai bentrokan yang terjadi antara perguruan pencak silat dengan warga pada Minggu, 7 Agustus 2022, sekitar pukul 03.30 WIB.
 
Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari Kodim 0833/Kota Malang dan Batalyon Brimob Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jatim. Pertemuan ini untuk membahas insiden yang terjadi di wilayah Ngaglik, Sukun, Kota Malang, kemarin.
 
"Ini kita gunanya adalah untuk melihat kedepan. Kita jangan berpikir mundur lagi ke belakang. Memang adanya beberapa insiden itu kita harus mengkaji. Sehingga kami menyampaikan untuk bagaimana kalau melaksanakan suatu kegiatan aktifitas, memberikan informasi. Sehingga kami di kepolisian ini siap untuk melaksanakan pengawalan, pengamanan, penjagaan terhadap kegiatan aktifitas tersebut," kata Budi, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Budi mengaku aktifitas perguruan pencak silat ini sebenarnya berasal dari luar Kota Malang, namun melintasi wilayah Kota Malang. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada perguruan pencak silat untuk tidak melaksanakan konvoi secara besar-besaran.
 
"Karena ini juga mengganggu kamtibmas, lalu lintas bagi pengguna jalan lainnya. Apalagi itu dilaksanakan di jam-jam padat. Nah, ini terjadi di subuh hari, tetapi apapun kejadian itu kita harus bisa mengantisipasi jangka kedepannya," ujarnya.
 
Baca: Bentrok Perguruan Silat vs Warga di Malang, 3 Orang Dirawat
 
Selain itu, Budi meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi himbauan yang muncul di sejumlah media sosial. Berdasarkan pantauan Medcom.id, bentrokan yang terjadi antara perguruan pencak silat dengan warga ini memang sempat ramai diperbincangkan warganet di media sosial.
 
"Makanya ya termasuk provokasi di media sosial, kami juga melakukan himbauan kepada saudara-saudara, dulur-dulur Aremania untuk bisa menjaga para suporter yang ada, korwil," terangnya. 
 
Budi menegaskan Kota Malang adalah kota yang cinta damai, aman, dan tentram. Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, baik dari perguruan pencak silat, Aremania, untuk TNI-Polri dan Pemerintah Kota Malang untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Kota Malang.
 
"(Untuk sanksi) makanya kita mengundang ini, kita membicarakan, masalah sanksi itu kan nanti kita lihat. Intinya yang pertama adalah bagaimana ini tidak terjadi kembali," tegasnya.
 
Baca selengkapnya di sini

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan suporter Arema FC, Aremania, menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga menarik pembaca terkait pencabulan ayah pada anak di Bengkulu. 
 
Bengkulu: Tim Macan Gading Satreskrim Polres Bengkulu menangkap seorang ayah yang memerkosa anak kandungnya sendiri selama 6 tahun. Pelaku merupakan warga Kelurahan Bentiring,Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.  
 
Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengancam sang anak tidak diberikan uang jajan hingga tidak dibayarkan sekolah. Pelaku menjalankan aksi bejat tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). 
 
“Diakui oleh si pelaku sudah dari kelas 4 SD,” jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Wellywanto Malau, pada tayangan Metro Siang di Metro TV, Senin 8 Agustus 2022. 
 
Pelaku dilaporkan oleh istrinya sendiri yang juga ibu kandung korban. Dia ditangkap polisi saat melakukan aksi bejatnya. 
 
“Baru kemarin malam dia disetubuhi lagi sebelum ditangkap,” kata Wellywanto. 
 
 
 
Saat ini, polisi tengah melakukan visum kepada korban dan memeriksa sejumlah saksi. Pelaku terancam dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 
 
“Dia ada bentuk ancaman disitu, kita kenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014,” kata Wellywanto.
 
Berita lain yang juga banyak dibaca terkait pencarian pelaku teror di Jember.
 
Jember: Polres Jember terus memburu sejumlah pelaku pembakaran rumah dan aksi premanisme yang terjadi di salah satu dusun di Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
 
"Penyidik masih di lapangan, sehingga kami kembangkan untuk pelaku lain yang masih dalam pengejaran baik kasus pembakaran rumah maupun premanisme di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo," kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo usai rapat koordinasi di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Menurutnya, polisi masih melakukan proses penyidikan dan melengkapi alat bukti terhadap sembilan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Ada kemungkinan jumlah tersangka pembakaran sejumlah rumah akan bertambah dan kami sudah mengantongi nama-nama pelaku yang diduga melakukan pembakaran dan premanisme," katanya.
 
Baca: Polisi Tetapkan 9 Tersangka Teror Pembakaran Rumah dan Kendaraan di Jember
 
Ia menjelaskan Polres Jember akan mengusut tuntas secara keseluruhan tindakan kriminal yang terjadi di Desa Mulyorejo agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta masyarakat tidak main hakim sendiri.
 
"Penyidik sudah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus pembakaran beberapa rumah dan belasan kendaraan di Dusun Baban Timur. Semua sudah dilakukan penahanan di Mapolres Jember," ujarnya.
 
Berdasarkan data aparat kepolisian, aksi kerusuhan terjadi di enam lokasi yang berbeda selama bulan Juli-Agustus 2022 hingga menyebabkan empat rumah, garasi mobil, tiga mobil dan 19 kendaraan roda dua rusak karena dibakar.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif