Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Aremania (suporter Arema FC di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022/Dok. Aremania.
Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Aremania (suporter Arema FC di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022/Dok. Aremania.

Bentrok Perguruan Silat vs Warga di Malang, 3 Orang Dirawat

Daviq Umar Al Faruq • 08 Agustus 2022 17:13
Malang: Sebanyak tiga warga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jawa Timur. Tiga orang ini dilaporkan menjadi korban dalam insiden bentrokan antara anggota perguruan pencak silat dengan warga pada Minggu, 7 Agustus 2022, sekitar pukul 03.30 WIB.
 
"Korban dari warga itu ada satu, PSHT dua, jadi total tiga orang," kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto, usai audiensi bersama perwakilan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Aremania (suporter Arema FC) di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022. 
 
Kondisi ketiga korban saat ini dilaporkan telah berangsur membaik. "Saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Memang kondisinya sudah mulai berjalan baik. Tadi teman-teman dari PSHT dan Aremania juga sudah membesuk korban yang ada," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi berharap korban yang tengah dirawat di rumah sakit dapat segera pulih. Ia pun memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan dengan baik.
 
"Kita akan ngecek juga apakah yang bersangkutan sudah ditanggung oleh BPJS. Jika tidak, kami akan bertanggungjawab untuk memberikan pengobatan kepada korban sampai dengan sembuh. Ini juga kami juga melibatkan PSHT dan Aremania untuk sama-sama membantu situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Malang," jelasnya.
 
Baca: Polisi Gelar Audiensi Usai Bentrokan Perguruan Pencak Silat dengan Warga di Malang

Di sisi lain, Budi meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi imbauan yang muncul di sejumlah media sosial. Berdasarkan pantauan Medcom.id, bentrokan yang terjadi antara perguruan pencak silat dengan warga ini memang sempat ramai diperbincangkan warganet di media sosial.
 
"Kami mengimbau kepada perguruan pencak silat, warga masyarakat Kota Malang, begitu juga dengan Aremania untuk tidak terprovokasi himbauan di media sosial, tanyakan kepada masing-masing yang dituakan di komunitas ini. Ayo kita sama-sama menjaga Kota Malang dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Arema ke-35, termasuk rangkaian Hari Kemerdekaan RI ke-77," tegasnya.
 
Perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Malang, Jawa Timur. Komitmen itu disampaikan saat audiensi bersama Polresta Malang Kota dan perwakilan Aremania (suporter Arema FC) di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022.
 
"Jadi gini, intinya kita tidak berbuat kebenaran, baik PSHT maupun dari Aremania. Kita sepakat untuk bukan bicara ke belakang, tapi bicara kedepan gimana caranya untuk Malang Raya khususnya Malang Kota aman kondusif menjaga kamtibmas. Itu aja harapan saya," kata Perwakilan PSHT Malang Raya, Hendro Suprapto, usai audiensi.
 
Hendro menerangkan, lewat audiensi ini, masing-masing dari pihak PSHT dan Aremania diberikan pengertian untuk saling menjaga satu sama lain. Mereka juga diminta saling mengingatkan dan tidak saling menyalahkan.
 
"Mari kita instropeksi diri, yang baik kita ambil, yang jelek kita buang, itu aja harapan dari PSHT," imbuhnya.
 
Di sisi lain, Hendro mengaku, insiden bentrokan yang terjadi antara perguruan pencak silat dengan warga pada Minggu dini hari, 7 Agustus 2022, terjadi secara spontan. Peristiwa itu sebelumnya diberitakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.
 
"Itu intinya spontanitas aja. Bukan ada istilahnya iktikad untuk ngisruh atau gimana, tidak. Intinya, namanya aja sudah Persaudaraan Setia Hati dalam arti guyub rukun bagaimana caranya adik-adik ini kan dilantik. Ibarat tentara dan polisi kan dilantik itu kan pengesahan yang merupakan rangkaian selama satu tahun lebih dari latihan," jelasnya.
 
Hendro pun meminta kepada warga PSHT untuk tidak terprovokasi unggahan yang muncul di sejumlah media sosial. Berdasarkan pantauan Medcom.id, bentrokan yang terjadi antara perguruan pencak silat dengan warga ini memang sempat ramai diperbincangkan warganet di media sosial.
 
"Harapan saya, tetap satu komando jangan terprovokasi terutama media, medsos yang berita miring-miring belum tentu kebenarannya. Bahkan itu menyudutkan. Bagaimana caranya Malang Raya khususnya Malang Kota kondusif aman damai tertib. Itu harapan saya," tegasnya.
 
Sebelumnya diberitakan, bentrokan antara perguruan pencak silat dengan warga terjadi Minggu dini hari, 7 Agustus 2022. Bentrokan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.
 
Dari sejumlah keterangan warga, bentrokan diawali saat ratusan rombongan perguruan pencak silat melintas di Jalan Sudanco Supriadi. Rombongan dari arah Selatan ke Utara sambil menggeber sepeda motor.
 
Oleh dua pemuda sekitar rombongan tersebut ditegur untuk tidak mengeraskan suara motornya karena menganggu warga. Tidak terima, rombongan pencak silat mengejar dua orang tersebut hingga ke dalam kampung dan melakukan pemukulan.
 
"Mereka melempari kami dengan batu paving. Sempat kena ke beberapa rumah warga," ujar Yanuar, salah satu warga yang menjadi korban.

 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif