ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

BMKG Sebut Gempa Cianjur Berasal dari Patahan Baru

Antara • 08 Desember 2022 20:28
Cianjur: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, merupakan patahan baru yang dinamakan Patahan Cugenang.
 
"Berdasarkan hasil analisis focal mechanism serta memerhatikan posisi episenter gempa utama dan gempa susulan, dapat diketahui bahwa patahan pembangkit gempa bumi Cianjur merupakan patahan baru," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Kamis, 8 Desember 2022.
 
Berdasarkan analisis mekanisme pergerakan patahan dan episenter gempa utama serta susulan, patahan itu mengarah ke N 347 derajat timur dan kemiringan 82,8 derajat dengan mekanisme gerak geser menganan (dextral stike-slip).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BMKG merekomendasikan pemukiman di daerah seluas 8,09 kilometer persegi dengan hunian sekitar 1.800 rumah yang berada di dalam zona bahaya patahan geser Cugenang untuk direlokasi. Daerah itu meliputi Desa Talaga, Sarampad, Nagrak, dan Cibulakan.
 
Baca: Dasar Rekonstruksi Bangunan, BMKG Ungkap Zona Patahan Pascagempa Cianjur

"Berdasarkan zona bahaya tersebut di atas, maka area yang terdokumentasi untuk direlokasi adalah area seluas 8,09 KM2 dengan hunian kurang lebih 1.800 rumah yang berada di dalam zona bahaya patahan geser Cugenang, meliputi sebagian Desa Talaga, Sarampad, Nagrak, Cibulakan," ucap dia.
 
Ia juga mengatakan gempa Cianjur merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal.
 
"Hasil monitoring BMKG hingga Kamis, 8 Desember 2022, pukul 12.00 WIB telah terjadi sebanyak 402 kali gempa susulan yang makin melemah secara fluktuatif, dengan frekuensi kejadian makin jarang. Magnitudo terbesar 4,3 dan terkecil 1,0," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta agar zona-zona merah itu tidak dibangun pemukiman.
 
"Zona bahaya itu dikosongkan dari hunian, tetapi bisa untuk dimanfaatkan untuk nonhunian misalnya untuk persawahan, area resapan, konservasi, dihutankan, tapi jangan dibangun rumah lagi," tuturnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif