Ilustrasi tempe di Sentra Industri Tempe, Kampung Sanan, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 Januari 2021. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Ilustrasi tempe di Sentra Industri Tempe, Kampung Sanan, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 Januari 2021. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Demi Bertahan, Perajin Tempe di Malang Pilih Kecilkan Ukuran

Nasional kedelai Tempe
Daviq Umar Al Faruq • 05 Januari 2021 14:01
Malang: Para perajin tempe di Kota Malang, Jawa Timur, tetap memproduksi tempe meski harga kedelai impor naik. Salah satunya perajin tempe di Sentra Industri Tempe, Kampung Sanan, Blimbing.
 
Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Kota Malang, Chamdani, mengatakan para perajin menyiasati naiknya harga kedelai impor dengan mengecilkan ukuran tempe. Semula tempe diproduksi dengan ukuran 23x52x6 sentimeter, kini menjadi 20x50x4,5 sentimeter.
 
"Mengurangi produksinya lalu mengecilkan ukurannya dan sebagian juga ada yang ukurannya tetap tapi harganya naik," kata Chamdani, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chamdani menjelaskan, para perajin tempe di Kota Malang saat ini tetap bertahan menggunakan kedelai impor meski harganya melonjak tinggi. Sebab, kualitas kedelai impor dinilai lebih bagus ketimbang kedelai lokal.
 
Baca: Harga Kedelai di Surabaya Naik Rp3.000 per Kilogram
 
"Kalau (kedelai lokal) untuk tempe kurang bagus. Kalau untuk tahu mungkin lebih bagus. Permasalahannya kan sekarang petani sudah jarang tanam kedelai," ujarnya.
 
Berdasarkan catatan KOPTI Kota Malang, kebutuhan kedelai untuk perajin tempe di Sentra Industri Tempe Sanan sebanyak 17,5 hingga 20 ton per hari. Sedangkan, kebutuhan perajin tempe se-Kota Malang berkisar 25 hingga 30 ton per hari.
 
"Kalau tidak salah (impor) dari Argentina dan USA," imbuhnya.
 
Sementara itu, Chamdani mengaku harga kedelai impor  mengalami kenaikan sejak November 2020. Saat itu kenaikan harga kedelai impor mencapai Rp1.600 per kilogram ketimbang bulan sebelumnya.
 
"Sekarang harga di pasaran Rp9.150 per kilogram. Kalau harga normal berkisar Rp7.250 sampai dengan Rp7.600," bebernya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif