Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Populer Daerah: Labuan Bajo Penuh Sampah Hingga Puncak Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Nasional lalu lintas Sampah hari raya idul fitri Labuan Bajo Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Daerah Berita Populer Berita Populer Daerah Lebaran 2022
Medcom • 05 Mei 2022 07:18
Labuan Bajo: Wisata pantai menjadi tempat favorit masyarakat untuk mengisi liburan Idulfitri. Hal ini juga tampak di Pantai Pede, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Namun, nikmat kebebasan berwisata di pantai ini tidak seindah julukan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium. Kumpulan sampah mengotori pantai ini.
 
Selain mudah di akses karena berada di dalam Kota Labuan Bajo, bentangan pantai juga cukup panjang. Pasir putih yang berkilau, air laut yang jernih, serta pemandangan laut yang dihiasi barisan kapal wisata menjadi daya tarik tersendiri. Alhasil, pantai di sepanjang Labuan Bajo banyak menjadi incaran wisatawan.
 
Akses yang mudah dan indah ini tak diikuti perilaku yang baik dari para wisatawan. Sampah plastik dan potongan kayu berserakan.
 
Salah seorang pengunjung mengaku sangat prihatin dengan kondisi Pantai Pede saat ini. Pantai tampak tidak terurus dan membahayakan pengunjung.
 
Baca: Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2022
 
"Saya sangat prihatin. Lihat saja anak-anak bermain dengan bersuka cita menikmati air laut, tapi sangat menyedihkan ketika kita lihat mereka bermain di antara sampah," kata Fery Adu, salah seorang pelancong, dalam tayangan Zona Bisnis di Metro TV, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Masyarakat berharap otoritas setempat memperhatikan Pantai Pede. Pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan Pantai Pede sebagai wisata pantai yang asri, bersih, dan ramah anak.
 
Berita terkait Labuan Bajo banyak tumpukan sampah menjadi berita terpopuler di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga paling banyak dibaca terkait arus balik di kawasan Cirebon. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arus balik Lebaran 2022 mulai terlihat di Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat. Ratusan kendaraan roda dua pelat luar daerah, terlihat mendominasi menuju arah Jakarta. 
 
Padal Pos Pam Jalan Pemuda Kota Cirebon, Ipda Agus Budiarto membenarkan sudah mulai terjadi adanya lonjakan kendaraan arus balik. Menurutnya, saat ini arus lalu lintas menuju arah Jakarta mulai meningkat.
 
"Lebih banyak roda dua dibandingkan dengan roda empat," ujar Agus, Rabu 4 Mei 2022. 
 
Walaupun sudah terjadi lonjakan, namun Agus memastikan arus lalu lintas di Pantura Cirebon masih terpantau ramai lancar dan tidak terjadi kemacetan. 
 
Kepadatan kendaraan, hanya terlihat di sejumlah persimpangan dan lampu merah, yang belum ditutup oleh pihak kepolisian. 
 
Baca: Mobil Tabrak 2 Motor dan Pejalan Kaki, 5 Orang Luka
 
"Disini (Jalan Pemuda) hanya jika lampu merah saja yang padat. Selebihnya lancar," ujar Agus. 
 
Fathur, salah satu pemudik asal Pekalongan Jawa Tengah, mengaku memilih kembali ke Jakarta lebih awal, agar perjalanannya lebih santai.  Dengan kembali lebih awal, perjalanannya juga tidak terkendala kemacetan.
 
"Dari Pekalongan lancar, enggak ada macet. Alasan mudik lebih awal, biar lebih santai perjalanannya," kata Fathur.
 
Berita lain yang juga menarik pembaca terkait rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak. 
 
Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah dari Puncak menuju Jakarta. Pemberlakuan ini dilakukan sejak pukul 13:00 WIB.
 
"Pemberlakuan satu arah ke bawah atau Jakarta sudah kami terapkan sejak pukul 13:30 WIB. Setelah kepadatan kendaraan menuju Puncak Bogor sudah terurai," kata Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, kepada Medcom.id, di pos Gadog Bogor, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Baca: Jalur Arteri Penghubung Jombang-Lamongan Mecet Total
 
Iman menjelaskan sebelumnya kebijakan one way menuju Puncak Bogor telah dilakukan sejak pukul 07:00 WIB sampai 13:30 WIB. Petugas kepolisian menutup ruas jalan menggunakan water barrier di pintu Exit GT Ciawi atau sekitaran Pospol Simpang Gadog, Jalan Ciawi.
 
Para petugas menghentikan sementara kendaraan roda empat yang hendak menuju ke atas Puncak Bogor. Hal itu dilakukan untuk memprioritaskan satu arah atau one way ke bawah atau arah Jakarta.
 
"Saat ini, kendaraan yang hendak menuju Puncak Bogor terpaksa harus menunggu sistem one way selesai atau diberlakukan kembali penormalan arus dua arah. Namun kita lihat nanti karena situasional di lapangan," jelasnya.
 
Menurut dia kepadatan arus kendaraan yang mengarah ke atas atau Puncak Bogor sudah mulai terurai. Namun untuk arus kendaraan yang ke arah bawah terpantau masih padat atau ramai.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif