RSUD Tangsel akan Konsultasikan Masalah Parkir dengan Kejari

Farhan Dwitama 01 Juli 2018 15:11 WIB
perparkiran
RSUD Tangsel akan Konsultasikan Masalah Parkir dengan Kejari
Satpol PP Tangerang Selatan menyegel sistem tiket parkir di RSUD Tangsel, Rabu, 11 April 2018, Medcom.id - Farhan
Tangerang: Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Selatan, Banten, berkonsultasi dengan Kejaksaan Negeri setempat membahas soal parkir di RS tersebut. Konsultasi bertujuan menuntaskan masalah perparkiran.

Direktur Utama RSUD Tangsel Suhara Manullang mengatakan bersurat ke Kejaksaan Negeri Tangsel untuk meminta waktu berkonsultasi. Ia pun menyiapkan berbagai berkas untuk dibahas dalam konsultasi itu.

"Kami sudah bersurat ke Kejari Tangsel. Selasa besok, kami akan presentasi atas masalah ini. Kami ingin berkonsultasi," ujar Suhara di Tangsel, Minggu, 1 Juli 2018.


Suhara menegaskan pengurusan parkir di RSUD Tangsel bukan wewenang manajemen. Tapi pengelolaannya terikat dalam kontrak kerja sama antara RS dengan pihak swasta sebagai operator.

Bentuk kerja samanya, lanjut Suhara, atas rekomendasi Sekretariat Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan Dinas Perhubungan setempat. RSUD hanya pemilik lahan yang menjalankan rekomendasi itu.

Baca: Parkiran RSUD Disegel karena tak Bayar Pajak

Sementara itu Kepala Kejari Tangsel Bima Suprayoga mengaku belum mengetahui rencana konsultasi hukum tersebut. Namun pihaknya, memastikan siap dan terbuka terhadap hal itu.  

“Kalau konsultasi kami terbuka untuk semua pihak, termasuk dengan masyarakat. Namun kami perlu mempelajarinya duduk persoalanya dulu,” kata dia.

Operasional parkir di RSUD Tangsel disegel Satpol PP pada April 2018. Alasannya, perusahaaan yang menjadi operator parkir sudah habis masa kontrak namun pajaknya belum dibayar.

Dalam surat kerja sama, perusahaan yang menjadi operator yaitu PT Jembar Bangkit Perkasa. Namun belakangan, PT Jembar membantah kerja sama itu. Direktur Utama PT Jembar Yossy Belgradoputra menyatakan tak pernah bekerja sama dengan RSUD Tangsel. 

Lagipula, lanjut Yossy, PT Jembar tidak bergerak di bidang parkir. Sejak didirikan pada 2014, PT Jembar bergerak di bidang jasa cleaning service.

Sementara itu dalam surat kerja sama, tertulis nama Tubagus Muhammad Akbar dan Basuki SH. Yossy mengatakan M Tubagus Akbar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Operasional terhitung sejak 1 Juli 2016. 

Baca: PT Jembar Minta RSUD Tangsel Klarifikasi soal Proyek Parkir

Surat itu ditandatangani oleh M Tubagus Akbar pada 23 Juni 2016. Surat itu ditujukan kepada R Yossy Belgradoputra sebagai Direktur Utama PT Jembar Bangkit Perkasa.

"Lantaran itu kami meminta RSUD mengklarifikasi kerja sama itu. Apalagi kontrak kerja sama itu berakhirnya pada 2017," kata Yossy.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id