PT Jembar Minta RSUD Tangsel Klarifikasi soal Proyek Parkir

Laela Badriyah 30 Juni 2018 22:32 WIB
parkir liar
PT Jembar Minta RSUD Tangsel Klarifikasi soal Proyek Parkir
Direktur Utama PT Jembar Bangkit Perkasa Yossy Belgradoputra, Medcom.id - Ririn
Jakarta: RSUD Tangerang Selatan, Banten, mengantongi salinan surat kuasa terkait proyek parkir di lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintah itu. PT Jembar Bangkit Perkasa yang tertulis dalam surat menegaskan dokumen tersebut tidak sah.

Surat kuasa muncul setelah Satpol PP menyegel operasional parkir di RSUD Tangsel pada April 2018. PT Jembar meminta waktu untuk bertemu dengan pihak rumah sakit mengklarifikasi dokumen tersebut.

"Sesuai surat kuasa, ada Direktur dengan nama Tubagus Akbar, lalu penerima kuasa Basuki sebagai Direktur Operasional," ujar Dirut RSUD Tangsel Suhara Manullang, Jumat, 29 Juni 2018.


Suhara menunjukkan surat kuasa dengan Nomor 002/DIR.JBP/SK-RSU/VIII/2015. Dalam surat tertulis nama M Tubagus Akbar sebagai Direktur memberi kuasa penuh pada Basuki sebagai Direktur Operasional.

"Untuk melakukan kegiatan operasional dan administrasi, mencakup penandatanganan kontrak kerja sama antara PT Jembar Bangkit Perkasa dengan Direktur Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan dalam pengelolaan perparkiran," demikian tertulis dalam surat.

Baca: RSUD Tangsel Dituding Mencatut Nama PT Jembar

Surat dikeluarkan di Jakarta, 7 Agustus 2015. Surat ditandatangani M Tubagus Akbar dan Basuki, lengkap dengan logo PT Jembar Bangkit Perkasa pada bagian bawah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jembar Bangkit Perkasa Yossy Belgradoputra menegaskan surat tersebut tidak sah. Ia mengatakan surat itu sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang.

"Sesuai aturan RUPS perusahaan kami, setiap proyek harus sepengetahuan Direktur Utama dan Komisaris Rinda Juliasih. Bila tidak ada kesepakatan, proyek tidak bisa berjalan," ujar Yossy kepada Medcom.id.

Lagipula, lanjut Yossy, PT Jembar tidak bergerak di bidang parkir. Sejak didirikan pada 2014, PT Jembar bergerak di bidang jasa cleaning service.

Yossy mengaku mengenal nama M Tubagus Akbar. Nama tersebut muncul dalam dokumen perusahaan. Tubagus Akbar menjabat sebagai direktur operasional.

Yossy juga mengaku mendapat tawaran untuk menangani proyek parkir di Tangsel pada 2015. Namun, ia menolaknya.

"Ya karena kami tidak punya izin untuk operasional parkir dan kami sebagai perusahaan baru juga tidak memiliki anggarannya," ungkap Yossy.

Tubagus Akbar, kata Yossy, tidak lagi bekerja untuk PT Jembar sejak 2016. "Lantaran itu kami meminta RSUD mengklarifikasi kerja sama itu. Apalagi kontrak kerja sama itu berakhirnya pada 2017," kata Yossy.

Yossy meminta RSUD bersedia menemui PT Jembar untuk mengklarifikasi kerja sama tersebut. Yossy berharap dapat bertemu langsung dengan Dirut RSUD Tangsel. Sebab, PT Jembar merasa dirugikan.

Yossy juga mengaku akan berkoordinasi dengan timnya untuk melakukan tindakan hukum. Sebab, ia menduga terjadi penyalahgunaan nama PT Jembar Bangkit Perkasa dan pemalsuan dokumen.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id