Ilustrasi. (ANTARA)
Ilustrasi. (ANTARA)

Banjarnegara Petakan Daerah Rawan Bencana saat Musim Hujan

Nasional banjir longsor pergeseran tanah tanah longsor Bencana Banjir
Media Indonesia.com • 20 September 2021 07:52
Banjarnegara: Sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan mulai mempersiapkan posko siaga, personel, dan peralatan guna menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Apalagi, sejumlah daerah Jateng selatan diperkirakan akan mulai masuk musim penghujan pada akhir September.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan Banjarnegara merupakan kabupaten yang rawan terjadinya bencana longsor dan tanah bergerak.
 
"Kami telah melakukan pemetaan daerah yang rawan bencana longsor dan tanah bergerak. Ada lima kecamatan yang menjadi fokus perhatian yakni Banjarmangu, Punggelan, Wanayasa, Pandanarum, dan Susukan," jelas Andri, Minggu, 19 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, Banjarnegara pernah mengalami bencana tanah longsor besar yang mengakibatkan ratusan korban meninggal. Karena itu, memasuki musim penghujan BPBD segera melaksanakan koordinasi dengan lintas sektor.
 
"BPBD menyiapkan posko siaga, personel dan berbagai peralatan," katanya.
 
Baca juga: Polisi Tembak Buron Pengedar Narkoba di Sibolga
 
Menurut Andri, masyarakat perlu waspada, tetapi tetap tenang dengan melaksanakan berbagai upaya sederhana seperti membersihkan saluran air.
 
"Para relawan di tingkat desa dan kecamatan diminta untuk melaporkan kondisi masing-masing daerah secara berjenjang," ujar dia.
 
Sementara itu dari Cilacap dilaporkan, Kepala Pelaksana Harian BPBD Wijonardi telah memberitahu kepada para camat mengenai prediksi musim penghujan yang datang lebih cepat.
 
"Kami meminta kepada para camat terutama di wilayah yang rawan banjir, longsor maupun tanah bergerak untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi," katanya.
 
BPBD, lanjutnya, telah melakukan pemetaan berdasarkan data tahun sebelumnya, wilayah-wilayah yang rawan terjadinya bencana banjir, longsor maupun tanah bergerak. Bahkan beberapa hari lalu sempat ada banjir bandang di Desa Brebeg, Kecamatan Jeruklegi.
 
"Dengan demikian, peristiwa itu menjadi peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," tambahnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif