Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa pasien tanpa gejala COVID-19 di tempat isolasi terpusat, GOR Gelarsena, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/8/2021). (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa pasien tanpa gejala COVID-19 di tempat isolasi terpusat, GOR Gelarsena, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/8/2021). (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot)

Ganjar Tak Pusingkan Ocehan Natalius Pigai

Nasional rasisme presiden joko widodo ujaran kebencian Ganjar Pranowo
Mustholih • 08 Oktober 2021 15:03
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Prabowo, enggan menanggapi pernyataan eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, di Twitter. Meski begitu, Ganjar mengaku sudah berbincang dengan Pigai.
 
"Sudah, saya sudah ngomong. Om, mudah-mudahan sehat tetap kritis," kata Ganjar, di Semarang, Jumat, 8 Oktober 2021.
 
Selebihnya, Ganjar tidak berkomentar apa-apa. Alih-alih menanggapi, Ganjar sibuk membereskan kemiskinan esktrem di Jateng yang ditugaskan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana kemiskinan ektrem beres di Desember, di samping mempercepat vaksin," ujar dia.
 
Natalius Pigai sebelumnya membuat gaduh di media sosial Twitter. Ia dianggap berbuat rasis kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
 
Baca juga: Sejumlah Bupati di Papua Barat Gabung ke NasDem
 
"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan rasis, monyet, dan sampah," cuit Pigai di akun @NataliusPigai2, Jumat, 1 Oktober 2021.
 
"Kami bukan rendahan. Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya penentang ketidakadilan," lanjut Pigai.
 
Cuitan tersebut dinilai rasis karena menggunakan kata Jawa Tengah. Namun, Natalius Pigai menegaskan cuitannya tidak rasis. Ia mengeklaim dirinya adalah penentang rasisme terdepan.
 
"Mereka kait-kaitkan dengan rasisme karena sakit hati, dan kemampuan otaknya belum mampu mencerna secara jernih. Saya sudah sebut nama (subjek), frasa 'orang Jawa Tengah Jokowi' itu AKSIOMA'," tulis akun yang sama esoknya.
 
Aksioma berarti kebenaran yang tidak perlu dibuktikan. Misalnya, matahari terbit dari timur. Setiap orang pasti sudah tahu matahari memang terbit dari timur, sehingga tidak perlu ada pembuktian apa-apa.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif