Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Manokwari, Yosep Mandacan. Antara/ Rachmat Julaini
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Manokwari, Yosep Mandacan. Antara/ Rachmat Julaini

Operasional Bus Sekolah di Manokwari Tunggu DPA 2023

Antara • 03 Desember 2022 07:07
Manokwari: Operasional bus sekolah di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, untuk sementara dikurangi intensitasnya sembari menunggu terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2023.
 
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Manokwari, Yosep Dowansiba, mengakui pengurangan intensitas operasional bus lantaran anggaran bahan bakar minyak untuk operasional bus yang disiapkan pada 2022 tidak memperhitungkan kemungkinan naiknya harga.
 
"Besaran anggaran kita siapkan itu sebenarnya dibilang kecil juga tidak karena cukup untuk 12 bulan. Tetapi karena adanya kenaikan BBM, maka anggaran itu hanya mencukupi operasional bus hingga hanya menjadi sembilan bulan," kata Yosep di Manokwari, Jumat, 2 Desember 2022.
 
Baca: Pelayanan Pendidikan untuk Anak Sakit dan Sehat Tak Boleh Berbeda

Kejadian ini membuat pihaknya mengakali pengantaran dan penjemputan siswa hanya dilakukan kala adanya kegiatan penting seperti ujian.
 
Yosep berjanji operasional bus sekolah akan kembali normal ketika DPA Tahun 2023 terbit sebab dia meyakini anggaran yang diajukan untuk operasional bus itu cukup hingga satu tahun karena telah disesuaikan dengan harga BBM yang berlaku saat ini.
 
Yosep menerangkan pada Tahun Anggaran 2022, pihaknya menganggarkan BBM untuk operasional bus sekolah mencapai Rp20 juta dengan konsumsi BBM berjenis solar.
 
Di Tahun 2023, dia menyebut anggaran yang diajukan sekitar Rp25-30 juta dengan konsumsi BBM jenis dexlite.
 
Dinas Perhubungan memiliki tujuh bus yang bertugas untuk mengantar-jemput siswa SD dan SMP di Kelurahan Anday, Distrik Manokwari Selatan, di Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat dan Kampung Susweni di Kelurahan Manokwari Timur.
 
"Selama beroperasi, bus sekolah tidak memungut biaya apapun dari siswa yang diantar jemput," jelasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif