Trenggalek: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan tiga jembatan darurat di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya rusak terdampak banjir bandang.
Ketiga jembatan darurat ini merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Timur yang bersumber dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).
Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaya, mengatakan tiga jembatan darurat yang dibangun di wilayah pesisir selatan Kabupaten Trenggalek itu menyerap anggaran hampir mencapai Rp5 miliar, bersumber dari dana tidak terduga provinsi.
"Jembatan yang dibangun adalah jembatan Mukus, kemudian juga Jembatan Bendoroto yang mengalami putus. Kemudian jembatan Kedung Pucang yang pondasinya mengalami pengikisan," kata Edy di Trenggalek, Senin, 23 Januari 2023.
Edy menjelaskan pembangunan ketiga jembatan itu atas usulan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat Gubernur meninjau daerah-daerah terdampak banjir dan longsor pada akhir Oktober 2023.
"Dan saat itu juga Ibu Gubernur menyetujui untuk memberikan bantuan melalui biaya tak terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur sebesar lebih dari Rp4 miliar untuk membangun tiga jembatan di Trenggalek ini," jelas Edy.
Jembatan Mukus sendiri dibangun dalam bentuk jembatan darurat (Bailey) atau jembatan rangka baja yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur.
Begitu juga Jembatan Bendoroto menggunakan Bailey yang dimiliki Pemprov Jatim. Diharapkan, meski menggunakan bailey, dikemudian hari setelah terbangun jembatan permanen maka jembatan darurat itu dapat dipindahkan guna peruntukan jembatan lainnya yang mengalami nasib yang sama.
Jembatan Mukus sendiri, jelas Edy, secara teknis memiliki bentang panjang 27 meter dan lebar 3,5 meter. Jembatan ini mampu dilewati armada berat dengan kapasitas maksimum 10 ton.
Sedangkan Jembatan Bendoroto panjang 26 meter dengan lebar 3,5 meter. Kemudian kapasitas yang dilewati 10 ton. Jembatan Kedung Kujang hanya penguatan pondasi yang terkikis.
"Total ibu memberikan bantuan jembatan darurat yang total biayanya hampir Rp5 miliar. Kemudian semuanya rata-rata sangat vital," kata Mochamad Nur Arifin.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Trenggalek: Gubernur Jawa Timur,
Khofifah Indar Parawansa, meresmikan tiga jembatan darurat di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya rusak terdampak
banjir bandang.
Ketiga jembatan darurat ini merupakan bantuan dari Provinsi
Jawa Timur yang bersumber dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).
Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaya, mengatakan tiga jembatan darurat yang dibangun di wilayah pesisir selatan Kabupaten Trenggalek itu menyerap anggaran hampir mencapai Rp5 miliar, bersumber dari dana tidak terduga provinsi.
"Jembatan yang dibangun adalah jembatan Mukus, kemudian juga Jembatan Bendoroto yang mengalami putus. Kemudian jembatan Kedung Pucang yang pondasinya mengalami pengikisan," kata Edy di Trenggalek, Senin, 23 Januari 2023.
Edy menjelaskan pembangunan ketiga jembatan itu atas usulan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat Gubernur meninjau daerah-daerah terdampak banjir dan longsor pada akhir Oktober 2023.
"Dan saat itu juga Ibu Gubernur menyetujui untuk memberikan bantuan melalui biaya tak terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur sebesar lebih dari Rp4 miliar untuk membangun tiga jembatan di Trenggalek ini," jelas Edy.
Jembatan Mukus sendiri dibangun dalam bentuk jembatan darurat (Bailey) atau jembatan rangka baja yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur.
Begitu juga Jembatan Bendoroto menggunakan Bailey yang dimiliki Pemprov Jatim. Diharapkan, meski menggunakan bailey, dikemudian hari setelah terbangun jembatan permanen maka jembatan darurat itu dapat dipindahkan guna peruntukan jembatan lainnya yang mengalami nasib yang sama.
Jembatan Mukus sendiri, jelas Edy, secara teknis memiliki bentang panjang 27 meter dan lebar 3,5 meter. Jembatan ini mampu dilewati armada berat dengan kapasitas maksimum 10 ton.
Sedangkan Jembatan Bendoroto panjang 26 meter dengan lebar 3,5 meter. Kemudian kapasitas yang dilewati 10 ton. Jembatan Kedung Kujang hanya penguatan pondasi yang terkikis.
"Total ibu memberikan bantuan jembatan darurat yang total biayanya hampir Rp5 miliar. Kemudian semuanya rata-rata sangat vital," kata Mochamad Nur Arifin.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)