Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Djoinaldy, saat diskusi grup terpumpun yang digelar Kanwil DJPb dan BKKBN Sumbar di Padang, Rabu, 10 Agustus 2022. ANTARA/Mario Sofia Nasution
Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Djoinaldy, saat diskusi grup terpumpun yang digelar Kanwil DJPb dan BKKBN Sumbar di Padang, Rabu, 10 Agustus 2022. ANTARA/Mario Sofia Nasution

Program Penurunan Stunting di Sumbar Diminta Terintegrasi

Antara • 10 Agustus 2022 15:26
Padang: Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Djoinaldy, meminta program percepatan penurunan stunting atau anak mengalami kekerdilan akibat gizi buruk di wilayahnya terintegrasi. Hal tersebut bertujuan agat  tidak terjadi tumpang tindih antara satu dengan lainnya.
 
"Banyak organisasi di luar pemerintahan yang juga ingin melakukan kegiatan penurunan stunting namun mereka jalan sendiri-sendiri, kami minta BKKBN dapat menghimpun mereka semua agar program ini dapat menjadi lebih besar," kata Audy di Padang, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Baca: Pemkab Blora Bentuk Program Dashat untuk Turunkan Kasus Stunting

Dia mencontohkan ada organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perkumpulan dokter obygin serta perhimpunan dokter lainnya yang ingin fokus menyelesaikan persoalan stunting di Sumbar ini.
 
"Kita minta ini dirangkul semua sehingga program ini merata didapatkan warga yang memang berisiko dan mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting di Sumbar," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada saat ini ada beberapa kota dan kabupaten di Sumbar yang angka prevalensi stuntingnya di atas rata-rata provinsi mulai dari Kabupaten Solok dengan angka 40,1 persen kemudian Kabupaten Pasaman dan Sijunjung di angka 30,1 dan 30,2 persen.
 
Setelah itu Kabupaten Padang Pariaman 28,3 persen dan Kabupaten Limapuluh Kota 28,2 persen serta Kabupaten Kepulauan Mentawai  27,3 persen, Kabupaten Pesisir Selatan 25,2 persen dan Solok Selatan  24,5 persen serta Kabupaten Pasaman Barat prevalensinya 24 persen.
 
Menurut dia masih tingginya angka stunting di Sumbar tentu menjadi pertanyaan karena daerah ini memiliki sumber protein yang berlimpah mulai dari produksi telur ayam, ikan air tawar, ikan air tawar, laut yang luas serta lumbung pangan di kawasan Sumatera Tengah.
 
"Harusnya dengan kelebihan itu Sumbar harus berada jauh dari ambang batas angka stunting nasional dan yang terjadi tidak demikian. Dan saat ini tentu penguatan akan edukasi masyarakat harus dilakukan serta intervensi terhadap anak berisiko stunting," ungkap Audy.
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif