Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tersangka Mutilasi di Bekasi Belum Didampingi Kuasa Hukum

Antonio • 13 Desember 2020 10:37
Bekasi: Tersangka mutilasi di Bekasi, Jawa Barat, AH, 17, belum didampingi kuasa hukum. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Aries Setiawan.
 
"Belum report (untuk hari ini), masih koordinasi dengan bapas sudah ada atau belum. Tapi sepanjang yang kami tahu, dari kemarin tim juga ke keluarga pelaku itu, sampai ke sekolah terakhir, karena memang menurut data itu hanya sampai MI, sampai kemarin itu belum ada (kuasa hukum)," kata Aries di Bekasi, Jawa Bsrat, Sabtu 12 Desember 2020.
 
Pihaknya tidak dapat menyediakan kuasa hukum kepada AH. Lantaran tidak memiliki kewenangan untuk menjadi kuasa hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena memang di perpres memberikan bantuan hukum hanya sebatas memberikan masukan. Tapi kalau kita berpekara, mendampingi hukum layaknya advokat itu enggak boleh," jelasnya.
 
Baca: Pelaku Mutilasi di Bekasi Perlu Dilindungi Sebagai Korban Kejahatan Seksual
 
Namun, lanjut Aries, pihaknya tetap dapat memberikan masukan kepada tim hukum. Dia menerangkan, untuk kuasa hukum bakal ditunjuk keluarga maupun dari pemerintah.
 
Sementara itu, Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri, meminta agar manusia silver pelaku mutilasi di Bekasi, AH, 17, mendapat perlindungan khusus. Reza menilai pelaku masih di bawah umur.
 
Reza mengatakan pengakuan AH membunuh korban karena dipaksa melakukan kontak seks berulang kali. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pelaku juga merupakan korban pada kasus kejahatan seksual.
 
Baca: Pelaku Mutilasi di Bekasi Kesal Dipaksa Berbuat Cabul
 
Reza menilai dengan dua status tersebut, maka yang perlu diutamakan untuk didahulukan yakni status AH sebagai korban.
 
"Jelas sudah, ini kasus bukan hanya urusan polisi. Setidaknya KPPPA, LPSK, KPAI kudu turun tangan. Termasuk untuk memastikan terealisasinya perlindungan khusus bagi korban," jelasnya.
 
Sebelumnya pelaku mutilasi di Bekasi, Jawa Barat, ditangkap, yakni AH, 17. Pelaku kepada polisi mengaku nekat memutilasi lantaran dipaksa korban, DS, 24, melakukan tindakan asusila.
 
"Pelaku kesal dengan korban karena dipaksa sodomi berkali-kali oleh korban," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Rabu, 9 Desember 2020.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif