Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Pemkot Tangerang Ingin Masyarakat Berpartisipasi Selama PPKM

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Hendrik Simorangkir • 11 Januari 2021 22:30
Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu dilakukan lantaran Kota Tangerang masuk dalam wilayah yang wajib menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
 
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, ingin warganya berpartisipasi aktif dalam mematuhi aturan dan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 selama masa PSBB Jawa Bali.
 
"Mulai hari ini sudah dimulai PSBB sesuai dari instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri) dan partisipasi masyarakat sangat penting agar PSBB bisa berhasil," kata Arief usai menghadiri rapat evaluasi penanganan covid-19 Provinsi Banten di Pendopo Bupati Tangerang, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penambahan Relawan Nakes di DIY Tak Mencapai Target
 
Arief menuturkan salah satu poin penting dalam pelaksanaan PSBB di wilayah Kota Tangerang adalah pembatasan kegiatan yang sifatnya olahraga, rekreasi, dan hiburan pada 11-25 Januari 2021.
 
"Mulai hari ini fasilitas olahraga baik yang dikelola oleh Pemkot maupun swasta untuk sementara waktu ditutup. Jika tidak ada urusan penting, masyarakat diimbau untuk beraktivitas di rumah saja. Sanksi juga diberlakukan apabila masyarakat kedapatan yang melanggar aturan selama masa PSBB," jelasnya.
 
Selain itu Arief menambahkan selama masa PSBB kegiatan di sektor perdagangan juga dibatasi hanya diperbolehkan hingga pukul 19.00 WIB.
 
"Kalau bukan yang sifatnya kebutuhan harian wajib mengikuti aturan pembatasan jam operasional," jelasnya.
 
Arief mengimbau agar sektor perkantoran baik swasta maupun negeri untuk dapat mematuhi aturan kerja selama pemberlakuan PSBB 11-25 Januari 2021. "WFO (Work from Office) harus 25% dari total pegawai, 75% sisanya WFH (Work from Home)" ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif