ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Penambahan Relawan Nakes di DIY Tak Mencapai Target

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Ahmad Mustaqim • 11 Januari 2021 21:05
Yogyakarta: Upaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuka pendaftaran relawan tenaga kesehatan tak berjalan mulus saat pandemi covid-19. Meski ada pendaftar, namun jumlahnya dan bahkan yang lolos hingga terlibat bekerja jauh dari target.
 
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaning Astutie, mengatakan kebutuhan relawan tenaga kesehatan sebetulnya sebanyak 238 orang. Saat pembukaan pendaftaran, yang mendaftar kurang dari 100 orang.
 
"Hanya 88 pendaftar. Yang lolos administrasi 63. Yang saat ini bekerja 26 orang," kata Pembajun di Yogyakarta, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Satu Keluarga Asal Pinrang Diduga jadi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air
 
Ia merasa hasil itu jauh dari kebutuhan dalam penanganan covid-19 yang kasusnya meningkat. Bukan cuma kekurangan tenaga kesehatan, kapasitas bed di rumah sakit rujukan covid-19 juga terbatas.
 
Ada sebanyak 27 rumah sakit rujukan covid-19 di DIY. Sebanyak 27 rumah sakit itu tersedia 76 bed kategori darurat (critical) dan 642 bed kategori non critikal. Pembajun mengatakan  okupansi rumah sakit rujukan covid-19 mencapai 80-90 persen.  
 
"Kami prihatin dengan kondisi ini, tapi kami berupaya menambah bednya. Meskipun ada kondisi tertentu," jelasnya.
 
Ia mengatakan pemerintah setempat tak akan mengambil langkah menambah rumah sakit, rumah sakit lapangan misalnya. Ia menilai masalah yang dihadapi jika memilih jalan itu yakni pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.  
 
Menurut dia mencari tenaga kesehatan yang baru lulus pendidikan tidak mudah. Ia menilai tenaga kesehatan minim pengalaman akan sulit jika dihadapkan dengan penanganan pasien dengan penyakit mudah menular.
 
"Kami lebih memilih menekan rumah sakit menambah bednya. Rumah sakit yang sudah ada memiliki sistem bagaimana pergantian perawat," ungkapnya.
 
Pembajun menyatakan mencari SDM kesehatan dengan keterampilan dan motivasi kerja yang baik sulit dilakukan saat ini. Ia menyatakan tenaga kesehatan harus bekerja di lingkungan yang memiliki sistem keamanan dan keselamatan.
 
"Mungkin bukan (menambah) rumah sakit lapangan, tapi shelter," ujarnya.
 
Ia berharap penerapan pembatasan aktivitas masyarakat selama dua pekan bisa menekan angka penularan covid-19. Menurut dia, seberapapun penambahan bed untuk pasien covid-19 akan sulit apabila jumlah kasus tak menurun.
 
Jumlah penambahan kasus covid-19 di DIY konsisten di atas angka 200 selama awal 2021. Bahkan, dalam beberapa hari penambahan jumlah kasus mencapai angka 300.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif