Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memarahi demonstran tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020) malam. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memarahi demonstran tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020) malam. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Kota Surabaya Dirusak, Risma Memarahi Pedemo

Nasional tri rismaharini Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Antara • 08 Oktober 2020 22:13
Surabaya: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memarahi pedemo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam, 8 Oktober 2020. Risma tak terima kota yang dipimpinnya rusak karena aksi ricuh demonstran.
 
Melansir Antara, Risma menghampiri salah seorang pedemo yang ditangkap petugas usai aksi.
 
"Kamu dari mana," ujar Risma kepada seorang demonstran yang ditangkap polisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Informasi yang didapat, demonstran tersebut datang dari Madiun, Jatim. Pedemo itu ditangkap karena diduga terlibat bentrokan dan perusakan fasilitas umum.
 
Baca:Fasilitas Umum di Surabaya Dibakar Massa
 
Risma mengaku tidak terima. Lantaran fasilitas umum dan pot tanaman di kotanya dirusak massa.
 
"Kamu tahu, aku bangun ini untuk rakyatku juga, kenapa kamu rusak kotaku. Kenapa kamu enggak rusak kotamu sendiri," bentak Risma.
 
Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu terus memarahi demonstran tersebut. Risma tak terima kota yang ia bangun dirusak. Risma meminta aparat kepolisian untuk membawa demonstran tersebut, untuk diproses secara hukum.
 
"Sudah pak polisi, bawa saja," kata Risma lagi.
 
Baca:Pedemo di Jatim Kecewa Tak Ditemui Khofifah
 
Sementara itu, pemuda yang dimarahi Risma tak bisa merespon. Ia hanya meminta maaf dan meringkuk di depan Risma.
 
"Saya mohon maaf Bu," kata pemuda itu.
 
Setelah memarahi pemuda itu, Risma lalu membersihkan Jalan Gubernur Suryo. Ia memunguti bebatuan, sandal dan pecahan kaca bekas bentrokan.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif