Relawan komunitas Taman Daun menanam lagi terumbu karang di Teluk Lewoleba agar menjadi taman laut kembali.
Relawan komunitas Taman Daun menanam lagi terumbu karang di Teluk Lewoleba agar menjadi taman laut kembali.

Ikhtiar Komunitas Taman Daun Membuat Taman Terumbu Karang

Nasional terumbu karang Wisata Alam
Media Indonesia.com • 17 November 2020 16:05
Lembata: Kerry, Inong, Edi dan beberapa relawan komunitas Taman Daun, Minggu, 15 November 2020 pagi tampak asyik bekerja. Meski sudah ratusan media tanam berjejer rapih di sekitar Pondok Taman Daun, namun para relawan itu terus mencetak media tanam secara konvensional.
 
Komunitas Taman Daun memiliki taman baca yang kini mulai dilengkapi sejumlah homestay bagi wisatawan itu berlokasi di Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
 
Para relawan komunitas Taman Daun itu sedang menyediakan seribu media tanam untuk transplantasi terumbu karang di teluk Lewoleba, periode ketiga. Sudah 500 substrat di lepas ke dasar laut teluk Lewoleba dalam dua kali kegiatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Campuran bahan semen dan pasir, dimasukan ke dalam mal yang telah disediakan. Di bagian tengah media tanam itu ditanam sebuah pipa plastic setinggi 20 Cm. Setelang mengering, mal tersebut dilepas dan jadilah substrat atau media tanam yang baik bagi pencangkokan terumbu karang. Butuh 3 hari untuk mengerjakan 250 buah substrat.
 
Mengambil anakan acropora di dasar laut, kemudian diikatkan pada media tanam, sambil menjaga agar anakan yang akan di cangkok itu tetap hidup. Semuanya dilakukan dengan cara tradisional sebab komunitas ini tidak memiliki peralatan menyelam yang mumpuni.
 
Relawan di komunitas itu sangat mempertimbangkan usia hidup anakan karang jika di bawa ke darat karena hanya bertahan hidup 1 jam saja. Maka proses transplantasi inipun harus dilakukan dengan sangat berhati-hati di dasar laut.
 
Para relawan ini memilih metode transplantasi atau pencangkokan. Metode tersebut dipelajari pentolannya, John Batafor, pada kakaknya, Edi Bataona, di Labuan Bajo. Pelaku Pariwisata di Labun Bajo itu terus berinisiatif mempertahankan ekosistem terumbu karang.
 
"Jadi setelah media tanam ini selesai dibuat, kita ambil anakan acropora dari induknya yang ada di laut. Media tanam itupun dibawa ke dasar laut. Kami ke lokasi bibit yang mau diambil dengan menyelam. Setelah mengabil anakan acropora dengan cara digunting, kami ikatkan pada media tanam yang kami bawa kemudian kami lepaskan di dasar laut," ujar John Batafor.
 
Pemilihan lokasi di dasar lautpun tidak kalah penting. Jarak dari indukan Karang acropora dengan lokasi yang mau ditanam tidak boleh jauh. "Harus dipastikan, daerah yang mau diletakan media tanampun pernah ada kehidupan karang. Jadi media tanam kami letakan di daerah yang banyak Serpihan karang yang patah akibat bom. Dari situ dapat diketahui bahwa karang pernah berkembang biak, dan akan mudah tumbuh di situ," ujar John Batafor.
 
Pada 26 Oktober 2020, komunitas pemuda ini berhasil menurunkan 250 substrat ke dasar laut untuk pertama kali. Kemudian dilanjutkan, pada 12 November 2020, sebanyak 250 substrat atau media tanam berhasil di letakan ke dasar laut.
 
Semuanya dilakukan para relawan komunitas taman daun dengan cara konvensional di sekitar pulau siput Awololong. Pulau berpasir itu ditetapkan Pemda Lembata sebagai salah satu Kawasan wisata unggulan.
 
Menurut John Batafor, setelah media tanam itu diletakan, Proses monitoring wajib dilakukan guna membersihkan kotoran yang tertahan di karang hasil transplantasi. Tak kalah pentingnya, komunitas ini menyuntik makanan bagi acropora agar dapat tumbuh dan berkembang biak.
 
"Acropora adalah hewan laut, mereka butuh bernapas jadi harus dibersihkan. Pekan lalu kami turun cek, sudah ada tanda kehidupan, ditandai dengan adanya hewan laut seperti bulu mata, bintang laut dan ikan mulai datang berlindung di media tanam itu," ujar John Batafor.
 
Disebutkan, untuk menghasilkan 500 buah media tanam itu, John Batafor mengeluarkan uang dari kocek pribadi dan urunan sesama anggota komunitas Taman Daun sebanyak 1 juta rupiah.
 
Kini dirinya sedang mempersiapkan seribu media tanam untuk transplantasi terumbu karang di teluk Lewoleba.
 
"Kita terbatas dengan uang, sebenarnya mau lebih banyak. Saya harap ada perhatian juga dari pihak lain demi generasi Lembata,"ujar John Batafor.

 
Halaman Selanjutnya
  Teluk Lewoleba Ibarat Gurun…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif