ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Tuntaskan Adminduk Dispendukcapil Surabaya Kerahkan Jempol Sekti

Amaluddin • 20 Mei 2022 22:28
Surabaya: Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menuntaskan administrasi kependudukan (Adminduk), dan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Salah satunya dengan armada Jempol Sekti dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.
 
Pelayanan goes to school & goes to kampung ini dilakukan setiap pekan oleh Dispendukcapil Kota Surabaya di tiga lokasi kampung dan sekolah setiap pekan. Tujuannya, untuk mempermudah jangkauan perekaman KTP-el serta pelayanan adminduk lainnya. 
 
Camat Genteng Muhammad Aries Hilmi mengatakan pelayanan adminduk di Balai RW pertama kali digelar dengan sistem Jempol Sekti dan Jebol Anduk (Jemput Bola Administrasi Kependudukan). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Karena ada beberapa permasalahan warga yang belum bisa tertangani, maka dari itu kami menggandeng Dispendukcapil Surabaya agar cepat terselesaikan dengan mendatangkan pelayanan Jempol Sekti Jebol Anduk ini sebagai solusinya,” kata Aries, di Surabaya, Jumat, 20 Mei 2022. 
 
Aries menjelaskansebelumnya ada masalah adminduk yang terjadi di rusun Urip Sumoharjo. Ada warga yang kesulitan memindahkan status alamat dari luar kota ke Surabaya.
 
Saat ditelisik lebih lanjut, petugas kelurahan dan kecamatan, ternyata yang bersangkutan bukan warga Surabaya. Sehingga ketika ingin pindah alamat harus memiliki surat izin tinggal di rusun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 
 
"Jadi permasalah yang ditemukan oleh rekan-rekan di lapangan, yaitu adanya warga non-Surabaya, tapi yang bersangkutan sudah menempati rusun sejak lama, kemudian ingin pindah alamat rusun. Karena rusun ini milik pemkot, sehingga harus mengurus administrasi izin tinggal terlebih dahulu, maka dari itu belum bisa menyelesaikan adminduknya,” katanya. 
 
Kemudahan pelayanan adminduk di Surabaya saat ini tentu memudahkan warga. Selain lebih dekat di kelurahan Urip Sumoharjo, juga disiapkan baju kemeja dan hijab bagi warga yang lupa memakai pakaian formal ketika perekaman KTP-el.
 
Baca: Beli Minyak Goreng Wajib Pakai KTP?
 
"Tapi kami juga mengimbau agar warga tidak lupa untuk mengenakan pakaian rapi sebelum berangkat,” ujarnya. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan pelayanan jemput bola yang dilakukan itu dibagi menjadi dua, yaitu goes to school dan goes to kampung. Menurutnya, goes to school ini penting dilakukan karena terkadang anak-anak yang sudah berusia 18 tahun masih enggan untuk melakukan perekaman KTP-el, mereka terkesan santai-santai saja meskipun belum punya KTP. 
 
“Maka dari itu, kita datangi mereka ke sekolah-sekolahnya, dan akhirnya mereka pun bersemangat untuk melakukan perekaman e-KTP ini,” kata Agus. 
 
Selain itu, layanan goes to kampung menyasar warga yang sepuh, sakit, dan warga-warga yang tidak bisa memanfaatkan layanan Klampid. Dalam layanan ini, Dispendukcapil bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk mengumpulkan warga yang belum tersentuh Klampid. 
 
“Jadi, Pak Lurah mengumpulkan beberapa warganya di balai RW, ada yang hanya 10 orang, ada yang 15 itu dikumpulkan, lalu kita datangi kampung-kampung itu dengan armada Jebol Anduk,” katanya.
 
Agus menegaskan, melalui berbagai program jemput bola ini, ia berharap pelayanan Adminduk di Kota Surabaya dapat menyasar ke semua warga Kota Surabaya. “Itulah tujuan dan harapan kita bersama,” ujarnya.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif