Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mudik ke kampung halaman. Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mudik ke kampung halaman. Istimewa

Mudik ke Tawangmangu, Ganjar Ingatkan Protokol Kesehatan

Nasional Ganjar Pranowo Lebaran 2022 Mudik 2022
Al Abrar • 04 Mei 2022 14:33
Karanganyar: Pulang kampung atau mudik adalah sebuah ritual budaya tahunan, yang dilakukan menjelang perayaan hari raya agama, terutama Idulfitri. Hal tersebut juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 
 
Ganjar mudik ke Tawangmangu, Karanganyar melalui jalur darat bersama keluarga besar Senin, 2 Mei 2022. Rombongan berangkat dari Kantor Dinas Gubernur Jateng di Puri Gedeh, Gajahmungkur, Kota Semarang. 
 
Sesampainya di Tawangmangu, Ganjar makan malam bersama keluarga besar. Setelah itu, Ganjar berkeliling menyapa warga desa dan menengok kebun keluarga milik almarhum sang Ibu, Sri Soeparni yang diberi nama 'Kebon Sri Soeparni Tawangmangu'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keesokan harinya, Ganjar menelusuri objek wisata The Lawu Park dan Sakura Hills. Ganjar pun sempat mengecek kesiapan area wisata di lokasi tersebut saat libur lebaran. 
 
"Gimana, sudah mulai ramai? Disiapkan dengan baik ya, protokol kesehatannya dijaga," ujar Ganjar kepada pengelola tempat, Selasa, 3 Mei 2022. 
 
Baca: 12 Ribu Kendaraan Masuk Kota Bandung via Tol Pasteur
 
Menjelang siang, Ganjar beserta istri kembali ke Griya Sri Soeparni untuk bersiap mengadakan halal bi halal di Kabon Sri Soeparni bersama saudara dan kerabat masa kecil. Ganjar juga mengundang guru SD panutannya saat bersekolah di SD 02 Tawangmangu, Wagiyo Suratno. 
 
Setelah reuni bersama sahabat kecil, Ganjar juga bersama rombongan juga berwisata ke Taman Wisata Balekambang dan The Lawu Park untuk kembali meninjau kondisi wisata di masa libur lebaran ini. Ganjar berkeliling dan menemukan keramaian wisatawan dan kelalaian mereka dalam menerapkan protokol kesehatan. 
 
Ganjar juga menemukan hal yang sama ketika mengunjungi Balekambang. Oleh sebab itu, dia meminta para pengelola wisata mengatur kondisi wahana di tempatnya masing-masing, termasuk penerapan protokol kesehatan para pengunjung. 
 
"Tetap jaga protokol kesehatan, tetap bersama kelompok di keluarganya, lalu kelihatannya ramai banget dan kapasitasnya tidak cukup, maka pindah dulu ke tempat lain jadi lebih enak. Rasanya satu minggu ini akan banyak tempat pariwisata yang akan disinggahi. Maka pengunjung, pengelola juga mesti mengelola dengan baik," kata Ganjar. 
 
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif