Erupsi Gunung Agung

Tiltmeter Buatan Anak Bangsa Berhasil Rekam Deformasi Gunung

Raiza Andini 07 Desember 2017 18:09 WIB
gunung berapierupsi gunungerupsi gunung agung
Tiltmeter Buatan Anak Bangsa Berhasil Rekam Deformasi Gunung
Tim PVMBG memeriksa Microlab, tiltmeter buatan Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Bandung atau ST-INTEN. Foto: Medcom.id/Raiza Andini
Karangasem:  Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Bandung atau ST-INTEN membuat tiltmeter yang dipasang di Yeh Kori, Karangasem, untuk mengukur deformasi atau perubahan bentuk Gunung Agung. Alat yang diuji oleh tim PVMBG ini berhasil merekam perubahan bentuk gunung.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM I Gede Suantika memaparkan bahwa sejak tanggal 23 November alat ini telah berhasil merekam adanya perubahan struktur Gunung Agung. Data yang diperoleh pun sangat bagus untuk dijadikan bahan penelitian aktivitas gunung setinggi 3.142 MDPL itu.

“Bagus datanya, setelah diujicoba kemarin sampai saat ini datanya sudah bisa dipakai dan berhasil,” ungkap Suantika di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Kamis 7 Desember 2017.


Selain mengukur deformasi, Suantika menambahkan, alat yang diberi nama Microlab ini juga mampu mengukur suhu udara. Suhu udara diperlukan untuk mengkalibrasi alat titmeter buatan anak bangsa tersebut agar stabil saat mengukur deformasi Gunung Agung, seperti waterpass.

(Baca: PVMBG Pasang Tiltmeter Baru Buatan Indonesia di Yeh Kori)

Dalam data yang ditunjukkan oleh Microlab, tampak bahwa sejak tanggal 23 November hingga saat ini Gunung Agung mengalami fluktuasi deformasi dari lima hingga enam sentimeter.

“Tanggal 23 Desember kita pasang naik dia (deformasi), saya masukin datanya tanggal 26 Desember, padahal sudah ada respon, naik terus, sekarang sudah fluktuatif,” tambahnya.

Kelemahan alat ini hanya satu tak tahan dengan adanya air dan harus mengisi pulsa lantaran ada dua sistem dalam pengoperasiannya melalui WiFi di Pos Pantau Gunun Agung Desa Rendang dan juga GSM untuk mengirim sms dari alat ke program yang telah terpasang di komputer tim PVMBG.

“Tapi secara keseluruhan datanya alatnya sudah bagus bisa dioperasikan dengan baik dan datanya sudah bisa dipakai,” tandasnya.



(SUR)