Korban gempa Cianjur tengah mengungsi.
Korban gempa Cianjur tengah mengungsi.

Populer Daerah: 5 Korban Gempa Cianjur Alami Gangguan Jiwa Hingga Stok Vaksin Covid-19 Menipis

Nur Azizah • 30 November 2022 09:46
Cianjur: Kementerian Kesehatan melaporkan sebanyak lima korban bencana gempa bumi Kabupaten Cianjur di tenda pengungsian mengalami gangguan jiwa.
 
"Ada skrining untuk melihat apakah korban mendapat gangguan jiwa atau tidak. Hasilnya, sebanyak lima orang sudah kami temukan mengalami gangguan jiwa," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Sumarjaya, Selasa, 29 November 2022.
 
Ia mengatakan, skrining psikologi dilakukan petugas dari Direktorat Kesehatan Jiwa Kemenkes RI kepada sejumlah korban di tenda pengungsian.
 
"Pekan ini kami dampingi untuk kesehatan jiwanya melalui dukungan Program Kesehatan Jiwa Psikososial," katanya.
 
Baca: BMKG Survei 2 Lahan Relokasi Korban Gempa Cianjur

Sumarjaya mengatakan, kelima korban yang mengalami gangguan jiwa telah diantar oleh petugas kesehatan menuju yayasan panti sosial di Cianjur untuk dititipkan.
 
"Yang gangguan jiwa sudah kami tangani dan sudah kami titipkan di yayasan," ujarnya.
 
Dikatakan Sumarjaya, hasil skrining terhadap pengungsi korban gempa, umumnya menunjukan gangguan psikologi ringan berupa trauma. Umumnya, gejala tersebut diperlihatkan dengan ketakutan korban untuk kembali ke rumah tinggal masing-masing.
 
"Umumnya mereka memilih tetap tinggal di tenda atau di luar ruangan karena masih trauma dengan gempa susulan," katanya.
 
Bahkan sejumlah korban yang menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah Cianjur, memilih untuk menjalani penanganan penyakit di luar gedung.
 
"Kami sempat memberi mereka pemahaman, bahwa perawatan di dalam gedung rumah sakit sudah berdasarkan hasil penelusuran dari tim ahli Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk memastikan bahwa struktur bangunan aman," katanya.
 
Berita terkait korban gempa Cianjur mengalami gangguan jiwa menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga banyak dibaca terkait kasus HIV/AIDS di Palu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Palu: Dinas Kesehatan Kota Palu menemukan sekitar 151 kasus HIV/AIDS di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Pendataan tersebut dilakukan pada periode Januari hingga Oktober 2022.
 
"Terjadi penambahan 38 kasus dibandingkan tahun 2021 sekitar 113 kasus warga terinfeksi," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin, di Palu, Selasa, 29 November 2022.
 
Dia menjelaskan dengan angka kasus sebanyak ini maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis pencegahan dan penanggulangan supaya tidak menginfeksi orang lain.
 
Sebab dampak ditimbulkan dari penyakit tersebut bila tidak ditangani dengan cepat, dapat menimbulkan kematian.
 
Baca: Upaya Penanggulangan HIV-AIDS, Ini 6 Pelayanan Kesehatan yang Diatur Pemerintah

"Dinas Kesehatan Kota Palu melakukan upaya pencegahan kasus seperti ini melibatkan petugas kesehatan di masing-masing Puskesmas melalui promosi kesehatan (promkes) kepada masyarakat," jelas Rochmat.
 
Menurut dia promkes tidak cukup hanya dilakukan dalam waktu singkat, langkah ini harus berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak.
 
Sebab kasus ini seperti fenomena gunung es, semakin intensif petugas kesehatan berkolaborasi lintas sektor dan kelompok masyarakat peduli AIDS melakukan konseling maupun penelusuran, maka akan semakin banyak ditemukan orang terinfeksi.
 
"Satu kasus ditemukan maka rantai penularannya wajib di temukan. Dari satu kasus itu juga tidak menutup kemungkinan menginfeksi orang lain, sehingga perlu kecermatan penelusuran di lapangan," ungkap Rochmat.
 
Berita lain yang juga menarik pembaca terkait stok vaksin covid-19 di  Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menipis.
 
Sumsel: Ketersediaan vaksin booster di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, sudah menipis. Hingga Selasa, 29 November 2022, stok vaksin tinggal 10 vial atau 120 dosis.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Andi Prapto, mengatakan 120 dosis vaksin covid-19 tersebut saat ini telah dibagikan ke sejumlah puskesmas yang ada di wilayah tersebut.
 
"Ini hanya cukup untuk beberapa hari ke depan, lalu stok vaksin di gudang kita akan habis," kata Andi Prapto, Selasa, 29 November 2022.
 
Ia mengatakan animo masyarakat OKU untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Bahkan untuk vaksin booster yang awalnya rendah peminat, sekarang sudah banyak. 
 
"Ini mungkin pengaruh syarat untuk berpergian ke luar kota yang mewajibkan kita untuk divaksin booster. Akibatnya, warga OKU saat ini mulai banyak yang berminat untuk divaksin booster," ungkapnya.
 
Baca: Empat Kecamatan di Bangka Nihil Kasus Covid-19

Selain itu, kesadaran masyarakat OKU sudah tumbuh. "Alhamdulilah sosialisasinya berhasil. Sekarang dalam sehari setiap puskesmas di OKU ini mampu melayani warga yang hendak divaksin booster sebanyak 50 hingga 100 orang," katanya.
 
Hanya saja kendalanya, stok vaksin booster di OKU sudah menipis, sehingga Dinkes OKU mengambil langkah cepat dengan mengajukan permintaan penambahan vaksin lagi ke Kemenkes RI lewat Dinkes Provinsi.
 
Berdasarkan data dari Dinkes OKU total cakupan vaksin tahap pertama mencapai 83,10 persen dan vaksin kedua 68,43 persen. Lalu, vaksin booster 22,58 persen dan vaksin booster lanjutan atau tahap keempat 38,34 persen.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif