Rumah kontrakan raja Keraton Agung Sejagat di Dusun Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Sleman. Medcom.id/ahmad mustaqim
Rumah kontrakan raja Keraton Agung Sejagat di Dusun Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Sleman. Medcom.id/ahmad mustaqim

Korban Penipuan Keraton Agung Sejagat Diminta Melapor

Nasional kepercayaan keraton
Ahmad Mustaqim • 20 Januari 2020 20:43
Sleman: Polres Sleman meminta masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan Raja Keraton Agung Sejagat (KAS), Totok Santosa, agar melapor. Aparat akan melakukan tindak lanjut dugaan penipuan itu.
 
"Kalau ada korban laporan kita proses. Modus dan motifnya seperti apa. Lebih mudah karena pelakunya sudah di dalam (ditahan)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman, Ajun Komisaris Rudy Prabowo di Sleman, Senin, 20 Januari 2020.
 
Rudy menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pendampingan Polres Purworejo dan Polda Jawa Tengah saat penggeledahan rumah kontrakan raja KAS di Dusun Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean. Selama proses penggeledahan, ia mengaku belum ada suara masyarakat yang merasa jadi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah dua kali membantu Polres Purworejo dan Polda Jateng dalam penggeledahan. Sampai sekarang suara-suara korban yang berkembang itu belum ada yang laporan memang," ujarnya.
 
Raja KAS Totok diduga melakukan penipuan di sejumlah wilayah. Di Gunungkidul, ada warga mengaku ditipu Totok sebelum membuat kerajaan di Purworejo.
 
"Apakah (dugaan kasus) penipuan atau apa. Kalau memang ada korban yang mangga (silakan) laporan. Kita akan proses sesuai aturan yang berlaku," ujar eks Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul ini.
 
"Sampai saat ini belum ada laporan di Polres Sleman. Sifatnya masih tindak pidana di Purworejo dan Polda Jateng. Itu yang sudah dilaksanakan," lanjutnya.
 
Rudy menambahkan, pihaknya juga masih mendampingi kepolisian Jawa Tengah soal kasus temuan makam bayi. Pihaknya masih membantu kepolisian Jawa Tengah dan akan menindaklanjuti apabila kasus itu masuk atau kemudian dilimpahkan.
 
"Kemungkinannya aborsi atau apa. Di sana (kontrakan raja KAS di Godean) ditemukan kuburan bayi. Ranahnya (hukum) masih rangkaian (Polda Jateng)," kata dia.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif