Baubau: Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memaksimalkan pelacakan kontak erat virus korona (covid-19). Wali Kota Baubau, AS Tamrin, mengerahkan mobil polymerase chain reaction (PCR) untuk melakukan pelacakan.
"Dengan keberadaan alat ini, fungsi tracing dapat berjalan efektif," kata Tamrin melalui keterangan tertulis, Rabu, 23 Desember 2020.
Baca: Pemprov Sulsel Sediakan Rapid Antigen Gratis di Dua Lokasi
Dia mengatakan fasilitas mobil PCR ini telah lama dinantikan masyarakat. Meski alat tersebut bukan obat, namun deteksi dapat mudah dilakukan dengan fasilitas tersebut.
"Sehingga Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan juga tenaga kesehatan dapat melakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya," jelas Tamrin.
Dia menegaskan kehadiran mobil PCR bukan lah pertanda pandemi usai. Seluruh pihak di Baubau diimbau tak berkerumun di kafe dan tempat hiburan.
"Tetap jalankan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) serta mengkonsumsi makanan bergizi dan jangan tinggalkan olahraga," jelasnya.
Tamrin mengatakan mobil PCR sangat dibutuhkan Dinas kesehatan kota Baubau untuk menggencarkan screening dengan cepat dan efektif. Sehingga, bisa menekan munculnya kasus-kasus baru.
Dinkes menargetkan dapat melakukan pengujian hingga 500 sampel per hari. Saat ini kasus positif covid-19 di Sulawesi Tenggara mencapai 7.615. Sebanyak 6.501 dari total kasus berhasil sembuh, dan 127 orang meninggal dunia.
Direktur Utama RSUD Palagimata Baubau, Lukman, menyebut fasilitas itu sangat membantu tugas Satgas Covid-19 di Baubau. Sesuai peraturan Kemendagri, pihaknya akan melakukan sosialisasi mobil PCR.
"Secara masif meneruskan informasi ini kepada masyarakat dan agresif dalam upaya pencarian kasus dengan melakukan tracing dan upaya-upaya pemeriksaan," ujar Lukman.
Baubau: Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memaksimalkan pelacakan kontak erat virus korona
(covid-19). Wali Kota Baubau, AS Tamrin, mengerahkan mobil polymerase chain reaction (PCR) untuk melakukan pelacakan.
"Dengan keberadaan alat ini, fungsi tracing dapat berjalan efektif," kata Tamrin melalui keterangan tertulis, Rabu, 23 Desember 2020.
Baca:
Pemprov Sulsel Sediakan Rapid Antigen Gratis di Dua Lokasi
Dia mengatakan fasilitas mobil PCR ini telah lama dinantikan masyarakat. Meski alat tersebut bukan obat, namun deteksi dapat mudah dilakukan dengan fasilitas tersebut.
"Sehingga Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan juga tenaga kesehatan dapat melakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya," jelas Tamrin.
Dia menegaskan kehadiran mobil PCR bukan lah pertanda pandemi usai. Seluruh pihak di Baubau diimbau tak berkerumun di kafe dan tempat hiburan.
"Tetap jalankan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) serta mengkonsumsi makanan bergizi dan jangan tinggalkan olahraga," jelasnya.
Tamrin mengatakan mobil PCR sangat dibutuhkan Dinas kesehatan kota Baubau untuk menggencarkan screening dengan cepat dan efektif. Sehingga, bisa menekan munculnya kasus-kasus baru.
Dinkes menargetkan dapat melakukan pengujian hingga 500 sampel per hari. Saat ini kasus positif covid-19 di Sulawesi Tenggara mencapai 7.615. Sebanyak 6.501 dari total kasus berhasil sembuh, dan 127 orang meninggal dunia.
Direktur Utama RSUD Palagimata Baubau, Lukman, menyebut fasilitas itu sangat membantu tugas Satgas Covid-19 di Baubau. Sesuai peraturan Kemendagri, pihaknya akan melakukan sosialisasi mobil PCR.
"Secara masif meneruskan informasi ini kepada masyarakat dan agresif dalam upaya pencarian kasus dengan melakukan tracing dan upaya-upaya pemeriksaan," ujar Lukman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)