Pulau Lepar: Titik panas atau hotspot yang diduga Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) terpantau satelit berada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Bangka Belitung (Babel), Kamis, 26 Agustus 2021.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa mengatakan, kendati jumlah titik panas yang diduga karhutla ini tidak banyak. Namun harus tetap diwaspadai.
"Pantauan satelit ada tujuh titik, semuanya berada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel)," kata Mikron.
Baca juga: PTM di Tangerang Selatan Dimungkinkan pada September
Mikron menyebutkan tujuh titik panas tersebut berada di Pulau Lepar Pongok, dengan akurasi delapan, mengarah adanya karhutla di pulau tersebut.
"Kalau melihat tingkat akurasinya itu karhutla, semua berada di pulau," ujarnya.
Pihaknya meminta BPBD di Kabupaten tersebut siaga. Pasalnya jika benar titik panas adalah karhutla, hutan dan lahan yang berada di pulau akan habis.
"Hutan dan lahan di pulau ini kan tidak terlalu luas, nah ini diwaspadai, jangan sampai karena jauh dari daratan, hutannya habis terbakar," imbuhnya. (Rendy Ferdiansyah)
Pulau Lepar:
Titik panas atau hotspot yang diduga Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) terpantau satelit berada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Bangka Belitung (Babel), Kamis, 26 Agustus 2021.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa mengatakan, kendati jumlah titik panas yang diduga karhutla ini tidak banyak. Namun harus tetap diwaspadai.
"Pantauan satelit ada tujuh titik, semuanya berada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel)," kata Mikron.
Baca juga:
PTM di Tangerang Selatan Dimungkinkan pada September
Mikron menyebutkan tujuh titik panas tersebut berada di Pulau Lepar Pongok, dengan akurasi delapan, mengarah adanya karhutla di pulau tersebut.
"Kalau melihat tingkat akurasinya itu karhutla, semua berada di pulau," ujarnya.
Pihaknya meminta BPBD di Kabupaten tersebut siaga. Pasalnya jika benar titik panas adalah karhutla, hutan dan lahan yang berada di pulau akan habis.
"Hutan dan lahan di pulau ini kan tidak terlalu luas, nah ini diwaspadai, jangan sampai karena jauh dari daratan, hutannya habis terbakar," imbuhnya. (Rendy Ferdiansyah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)