Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif  Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, diduga keracunan mendapat perawatan di RSUD Tidar Kota Magelang. ANTARA/Heru Suyitno
Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, diduga keracunan mendapat perawatan di RSUD Tidar Kota Magelang. ANTARA/Heru Suyitno

Puluhan Siswa MI di Magelang Masuk RS Diduga Keracunan

Antara • 21 September 2022 15:08
Magelang: Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilarikan ke rumah sakit diduga karena keracunan makanan.
 
Kapolsek Mertoyudan AKP Sujarwanto mengatakan anak-anak diduga keracunan setelah mengonsumsi jajanan berupa jasuke dan mi goreng.
 
"Setelah makan jajanan tersebut beberapa saat kemudian anak-anak merasa mual dan pusing-pusing selanjutnya dilakukan tindakan pertama dengan mengevakuasi anak-anak tersebut ke RSUD Tidar dan RS Harapan," paparnya, Rabu, 21 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebutkan ada 17 anak yang dibawa ke RSUD Tidar dan 16 anak dibawa ke RS Harapan Kota Magelang.
 
"Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah mengamankan pihak yang bertanggung jawab, yaitu pedagang yang menjual jajanan tersebut. Kami sudah mengamankan pedagang jasuke, sedangkan pedagang mi goreng masih kami cari orangnya," ucapnya.
 
Baca juga: Jajanan Diduga Sebabkan 18 Siswa SD Keracunan di Pekanbaru Diperiksa

Pihaknya juga mengamankan sampel makanan atau muntahan untuk diselidiki di laboratorium.
 
Kabid Layanan Medis RSUD Tidar, Susini Rangkai Sari mengatakan sekitar pukul 11.20 WIB ada 17 siswa dari MI Maarif Nepak Bulurejo, Kabupaten Magelang datang ke UGD minta layanan karena ada keluhan di mana para siswa tersebut mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang dijual di luar sekolah.
 
"Kami dari tim UGD kemudian melakukan perawatan sesuai prosedur. Pasien mendapatkan layanan sesuai dengan yang dibutuhkan yaitu pemberian cairan pada pasien-pasien tersebut," tuturnya.
 
Ia menjelaskan sejumlah pasien saat ini masih dalam observasi oleh tim, baik dokter maupun perawat.
 
Saat ini yang terindikasi perlu perawatan lanjutan ada empat anak, sementara yang 13 masih dalam observasi kondisinya. Mereka muntah-muntah, mual, pusing, dan lemas karena mengalami muntah ada cairan yang keluar.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif