Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id-ahmad mustaqim
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id-ahmad mustaqim

Gubernur DIY Berharap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Lebih Cepat

Nasional infrastruktur jalan tol pembebasan lahan Sri Sultan Hamengku Buwono X
Ahmad Mustaqim • 16 Oktober 2020 09:01
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap pembayaran uang ganti rugi proyek tol Yogyakarta-Solo bisa lebih cepat diberikan. Ia memperkirakan, pembayaran ganti rugi bisa direalisasikan akhir tahun.
 
"Harapan saya pembayaran (ganti rugi proyek tol) bisa meningkatkan perputaran uang biar ekonomi juga bergerak," kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Dia mengatakan, telah meminta ke pemerintah pusat dan perusahaan pemegang tander proyek segera menghitung nilai ganti rugi. Ia meminta proses appraisal atau penaksiran, pemberian angka, serta penilaian dari hasil penganalisaan terhadap sesuatu, pada lokasi terdampak tol bisa cepat diselesaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan saya cepat hasilnya dari perusahaan penilai, appraisal, sehingga kita bisa bicara harga," ujarnya.
 
Baca:22 Desa Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta
 
Ia mengatakan, keluarnya hasil appraisal akan mempercepat realisasi pembayaran ganti rugi. Ia berharap, realisasi pembayaran bisa dilakukan pada November atau Desember 2020, meskipun proyek pembangunan akan dilakukan pada Juni 2021.
 
Sri Sultan mengaku belum tahu nilai ganti rugi lahan terdampak proyek tol itu. Namun, kata dia, pematokan lahan sudah dilakukan dan baru diikuti pembayaran ganti rugi itu.
 
"(Nilai ganti rugi) berapa saya belum tahu karena belum sampai finalisasi harga. Tapi harapan saya pematokan kan sudah selesai," ujarnya.
 
Ia berharap, pembayaran ganti rugi nantinya bisa ikut mendorong perekonomian masyarakat. Ia menyadari, pertumbuhan ekonomi selalu minus selama pandemi covid-19.
 
"Biarpun hanya dua bulan tapi karena itu bicara triliun, harapan saya bisa menopang untuk tidak makin memperparah minusnya ekonomi di Yogyakarta," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif