Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

RSUD Kota Bogor Masih Gunakan Obat Ranitidin

Nasional BPOM tarik ranitidin
Rizky Dewantara • 11 Oktober 2019 19:26
Bogor: RSUD Kota Bogor, Jawa Barat mengaku masih memberikan obat Ranitidin bagi pasien penderita tukak lambung dan usus. Obat yang digunakan bukan yang izinnya telah dicabut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
"Penggunaan obat Ranitidin masih digunakan RSUD Kota Bogor untuk pasien penderita maag. Hanya saja bukan produksi dari perusahaan yang telah ditarik BPOM," kata Kepala Sub Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUD Kota Bogor, Taufik Rahmat, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Taufik menjelaskan, adapun obat yang ditarik dari peredaran itu, obat yang diproduksi oleh pabrikan PT Pharos Tbk, PT Glaxo Wellcome Indonesia, PT Global Multi Pharmalab, dan PT Indofarma, sesuai surat edaran dari BPOM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sesuai dengan surat edaran BPOM karena diduga terkontaminasi dengan N-Nitrosodimethylamin (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko kanker. Jadi RSUD Kota Bogor tidak memakai obat dari produsen yang dilarang," ungkap Taufik.
 
Taufik juga mengatakan masih menggunakan Ranitidin di RSUD setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Instalasi Farmasi RSUD Kota Bogor, bahwa Ranitidin yang diberikan kepada pasien penderita maag.
 
Medcom.id mengonfirmasi polemik penggunaan obat Ranitidin di wilayah Bogor. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor belum bisa dihubungi dan ditemui untuk menjelaskan masalah ini.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif