Pengusaha tahu di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: medcom.id/S Hadi
Pengusaha tahu di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: medcom.id/S Hadi

Pengusaha Tahu Pilih Sampah Plastik karena Murah

Nasional Impor Sampah Plastik
Syaikhul Hadi • 20 November 2019 19:00
Sidoarjo: Pengusaha Tahu di kawasan Klagen, Tropodo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur mengatakan penggunaan sampah plastik untuk pembakaran produksi tahu lebih murah ketimbang menggunakan kayu. Sampah plastik dihargai Rp500 ribu - Rp700 ribu, sedangkan kayu dihargai Rp3,5 juta.
 
Salah satu pengusaha tahu di Krian, Mulyono, mengungkap produksi tahu di kawasan tersebut sudah lama beroperasi. Satu-satunya bahan pembakaran yang dipakai adalah sampah plastik.
 
"Karena murah daripada kayu," ungkap Mulyono, saat ditemui, Rabu, 20 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulyono melanjutkan bahan pembakaran untuk produksi tahu tidak sepenuhnya menggunakan sampah plastik. Dia mengaku juga mencampur serbuk gergaji dan untuk bahan bakar.
 
"Agar asap yang ditimbulkan tidak terlalu tebal," jelasnya.
 
Dia menerangkan asap yang ditimbulkan semakin tebal bila menggunakan sampah plastik. Penggunaan serbuk kayu meminimalisasi asap yang dikeluarkan melalui cerobong industri.
 
"Memang, pas awal-awal pembakaran asapnya hitam pekat, tapi itu tidak berlangsung lama setelah dicampuri serbuk kayu. Dan asapnya berangsur menjadi putih," jelasnya.
 
Dia mengungkap Satu truk kayu sampah plastik dihargai Rp500 ribu - Rp700 ribu. Sedangkan harga kayu sat truk mencapai Rp3,5 juta.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif