Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)

Gubernur Sulsel: Kita Semua Bersaudara

Nasional Kerusuhan Manokwari
Muhammad Syawaluddin • 20 Agustus 2019 09:06
Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kota Makassar, pascapenyerangan, Senin malam, 19 Agustus 2019. Ia memastikan keamanan mahasiswa Papua di Makassar.
 
"Saya sampaikan bahwa kita ini bersaudara. Tadi Kapolda (Makassar Irjen Hamidin) menjamin keamanan jadi tidak ada kekhawatiran dan jangan mudah terprovokasi," kata Nurdin di Asrama Papua Makassar, Makassar, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Nurdin menegaskan Pemprov Sulses segera memperbaiki kerusakan asrama akibat serangan orang tak dikenal (OTK). Ia juga menjamin keamanan seluruh asrama Papua di Makassar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini kita menunggu data, asrama selain di sini di mana tempatnya. Supaya kita mengantisipasi hal-hal serupa," jelas Nurdin.
 
Dia berharap penyerangan tak lagi terjadi. Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi.
 
Kunjungan juga dihadiri Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas, dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Dwi Ariwibowo.
 
Baca:Mahasiswa Papua di Makassar: Rasialisme Menular
 
Penyerangan Asrama Papua di Makassar bermula saat kelompok orang tidak dikenal datang ke lokasi yang tidak jauh dari kantor Polsek Mamajang. Kedatangan untuk memastikan mahasiswa Papua aman di Makassar.
 
Namun, muncul kesalahpahaman dalam pembicaraan kedua pihak. Bentrokan pecah sekitar pukul 19.00 WITA.
 
"Pertemuan itu terjadi perbedaan pendapat," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Sebelumnya, bentrokan juga terjadi antara pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga sekitar di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 15 Agustus 2019 sekitar pukul 08.30 WIB. Bentrokan terjadi ketika mahasiswa Papua berunjuk rasa memperingati 57 tahun perjanjian New York dengan tema 'Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di Papua Barat'.
 
Baca:Teriakan Rasialisme ke Mahasiswa Papua Diselidiki
 
Di sela-sela aksi, terjadi keributan antara mahasiswa Papua dan warga sekitar. Sempat terjadi bentrokan dan saling lempar batu antarwarga yang berusaha mencegah unjuk rasa dari massa AMP.
 
Kerusuhan bergeser ke Surabaya pada Jumat, 16 Agustus dan Sabtu 17 Agustus 2019 akibat isu perusakan tiang bendera merah putih di lingkungan asrama mahasiswa Papua. Kerusuhan memuncak di Manokwari, Papua Barat, dan Jayapura, Papua, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Lalu lintas di sejumlah jalan di Manokwari, Papua Barat, lumpuh akibat diblokade massa. Massa memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Suasana semakin panas setelah sejumlah konten berisi dugaan penyerangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, tersebar via media sosial. Massa menganggap narasi tersebut merupakan diskriminasi warga Papua di tanah Jawa.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif