Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Berawal dari Sindiran, Bocah 8 Tahun Dianiaya Tetangganya

Nasional kekerasan anak
Ahmad Mustaqim • 24 Juli 2020 12:53
Sleman: Seorang bocah berinisial AB, 8, jadi korban penganiayaan tetangganya. Warga Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, itu mengalami gegar otak.
 
Ayah korban, Daniel Hartono, menjelaskan anaknya diduga menjadi korban penganiayaan tetangganya, Sumardiyono, 44, pada 11 Juli 2020. AB diduga mengejek lebih dulu, kemudian dikejar pelaku hingga dianiaya.
 
"Ada kata-kata, bilang, 'jarene tuku motor dene mong gawe' (katanya beli motor, tapi kok cuma bikin begitu). Awalnya tidak ditanggapi (pelaku)," kata Daniel di Sleman, Jumat, 24 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kemudian pelaku mengejar bocah kelas 2 SD itu dan diduga melakukan penganiayaan. Daniel mengatakan, kepala anaknya sempat dibenturkan ke tempok lima kali oleh pelaku. Selain itu, pelaku juga menginjak kaki bocah itu.
 
Baca:Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Selama Pandemi
 
Tak lama usai kejadian, Daniel membawa anaknya untuk diperiksa ke rumah sakit di Sleman. Pada pemeriksaan pertama, belum diketahui penyakit yang dikeluhkan anaknya.
Selang sehari, Daniel memeriksakan kembali ke rumah sakit lain. Diketahui, sang anak mengalami kondisi serius.
 
"(AB) Mengalami pendarahan (di) otak, gegar otak, sama patah tulang di punggung kaki," kata lelaki 31 tahun itu.
 
Daniel mengatakan, AB hanya dirawat di rumah karena masa pandemi covid-19. Ia mengatakan dokter secara berkala memantau kondisi anaknya.
 
Dia mengaku, pihak perangkat desa dan pelaku sempat melakukan mediasi. Namun, katanya, pelaku tak ada kemauan menyesali dan bertanggung jawab. Daniel lantas melaporkan kasus itu ke polisi pada 21 Juli, dan pelaku ditangkap sehari kemudian.
 
"Kalau saya ingin apa yang anak rasain dia (pelaku) rasain. Hukum seadil-adilnya," ujarnya.
 
Kanit Reskrim Polsek Gamping, Inspektur Satu, Tito Satria Pradana, mengatakan pelaku dalam kondisi sehat dan tak ada indikasi gangguan kejiwaan. Pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif