Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Fatmawati)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Fatmawati)

Pemkot Depok Meniadakan Salat Id Berjemaah

Nasional Virus Korona Idulfitri 2020
Octavianus Dwi Sutrisno • 18 Mei 2020 21:24
Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, meniadakan penyelenggarakan salat id berjemaah di masjid maupun ruang publik pada perayaan Idulfitri 1441 H/2020. Keputusan itu telah disepakati Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda, dan instansi terkait.
 
"Salat Idulfitri (silakan) diselenggarakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti maupun pribadi," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad, Senin, 18 Mei 2020.
 
Tak cuma salat id, takbir keliling dan penyelenggaraan ibadah Idulfitri di musala juga diminta ditiadakan. Termasuk kegiatan halalbihalal cukup dilakukan secara virtual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembayaran zakat fitrah dan zakat mal tetap dilakukan dengan bantuan petugas pengambilan dan pendistribusian zakat. Tata caranya sesuai arahan Kementerian Agama, tetap menggunakan masker tidak bersalaman maupun bersentuhan," tegasnya.
 
Selanjutnya sebagai upaya memutus mata rantai covid-19, Tim Gugus Tugas Kota Depok bekerja sama dengan Tim Smart City dan Kemenkominfo meluncurkan aplikasi Kampung Siaga Covid-19. Idris memaparkan, dalam aplikasi itu ada informasi khusus data kasus korona yang berkembang di suatu wilayah.
 
Baca juga:Tasikmalaya Berencana Perpanjang PSBB hingga 29 Mei
 
"Dengan aplikasi ini tim gugus tugas, camat, lurah, RT, RW, dapat dengan mudah memantau ODP (orang dalam pemantauan), OTG (orang tanpa gejala), dan utamanya kasus positif namun masih isolasi mandiri," paparnya.
 
Idris memastikan bakal melakukan jemput paksa apabila masih ada pasien terundikasi covid-19 yang kekeh melakukan isolasi mandiri.
 
"Mudah-mudahan dengan ini mempermudah kita menjangkau dan memperketat pengawasan," jelasnya.
 
Sementara itu, berdasarkan data tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kota Depok, jumlah kasus terkonfirmasi positif korona mencapai 427 orang. Dari jumlah itu sebanyak 95 orang dinyatakan sembuh.
 
Sedangkan pasien berstatus dalam pengawasan sebanyak 1.372 orang. Dinyatakan selesai pengawasan 710 orang dan masih dalam pengawasan 662 orang.
 
Kemudian jumlah orang dalam pemantauan 3.539 orang. Mereka yang dinyatakan selesai pemantauan berjumlah 2.082 orang, sedangkan yang masih dalam pemantauan 1.457 orang.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif