Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

LBH Dorong Kasus Kekerasan Seksual Lampung Dikembangkan ke TPPO

Nasional pelecehan seksual kekerasan seksual anak
Media Indonesia.com • 13 Juli 2020 11:23
Lampung: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, mendorong agar kasus yang menimpa NV, 13, diusut hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
 
"Kita mendorong ke TPPO, karena dia (pelaku) menjual juga," kata Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan, Minggu, 12 Juli 2020.
 
Chanda membeberkan NV merupakan korban kekerasan seksual yang dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Namun, selama proses pendampingan tersebut, NV diduga dicabuli oleh petugas P2TP2A berinisial DA, 49.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan berdasarkan pengakuan korban, DA menjual NV ke salah satu rekannya yang berinisial B. "Kalau yang dia tau persis satu orang, yang inisial B," ungkapnya.
 
Lebih jauh, kata Chandra, NV dijual DA dengan harga Rp700 ribu. Dari angka tersebut, sebanyak Rp500 ribu diberikan kepada NV, sedangkan sisanya masuk ke kantong DA.
 
"Kita sudah berkoordinasi dengan penyidik, ini semua keterangan korban yang dia dijual ke orang kita minta diusut tuntas. Makanya penyidik di wilayah itu hati-hati, kalau enggak, nanti enggak kebongkar, berhenti di satu orang ini," papar Chandra.
 
Baca juga:Pemkab Bojonegoro Disebut Tak Beres Garap Proyek Infrastruktur
 
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad memastikan pengembangan kasus tersebut ke arah TPPO sangat dimungkinkan. Namun, pihaknya masih berfokus pada laporan kepolisian awal dengan DA sebagai terlapor.
 
"Sekarang kita masih mengarah ke tersangka ini dulu. Kalau nanti bukti-bukti yuridis yang ada, kita nanti kembangkan ke pelaku yang lain," ujar Pandra.
 
Ia melanjutkan, "kalau ada novum, bukti-bukti baru, kita kembangkan, kita split lagi ke perkara yang lain."
 
NV sebelumnya diketahui menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh pamannya di akhir 2019. Dari kasus tersebut, NV mendapat pendampingan dan bantuan rehabilitasi dari P2TP2A.
 
Paman NV sudah dijatuhi hukuman pada Mei 2020 dengan vonis 13 tahun penjara. Pendamping NV, yakni DA, diduga telah melakukan rudapaksa dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2020.
 
Saat ini, berdasarkan laporan awal, DA dijerat dengan Pasal 76D jo Pasal 81 UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU. (Tri Subarkah)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif