Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat jumpa pers kasus pembobolan kartu kredit. (Medcom.id/Amal)
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat jumpa pers kasus pembobolan kartu kredit. (Medcom.id/Amal)

Peran Pelaku Pembobol Kartu Kredit Melibatkan Artis

Nasional hacker
Amaluddin • 28 Februari 2020 16:33
Surabaya: Empat tersangka kasus pembobolan kartu kredit yang melibatkan artis ditahan Keempatnya memiliki peran masing-masing saat bertindak.
 
"Satu dari empat tersangka baru berhasil ditangkap tadi malam di Medan, yakni MK. Sekarang mereka ditahan di Mapolda Jatim," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Selain MK, tiga tersangka lainnya yakni berinisial SG, FD, dan MR. Tersangka SG dan FD merupakan pemilik agen travel yang menjual tiket maskapai penerbangan dan hotel. Sedangkan tersangka MR bertugas melakukan carding.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara peran MK, memiliki agen travel dan juga mengendorse," ujarnya.
 
Dia menerangkan modus yang dilakukan tersangka yakni mencari pelanggan yang berminat memesan tiket maskapai atau kamar hotel. Tersangka menyakinkan korban dengan meminta pelanggan untuk mencari tahu harga tiket resmi di agen travel daring, dengan dalih untuk menentukan diskon.
 
Baca:Enam Artis Akan Diperiksa Terkait Pembobolan Kartu Kredit
 
"Setelah mendapatkan tiket yang ditarget, tersangka SG dan FD lalu membeli tiket dari MR, yang dalam kasus ini merupakan pelaku illegal access jenis carding," ujarnya.
 
Luki berjanji mengusut tuntas kasus tersebut. Penyidik masih mendalami sejumlah pihak yang terlibat kasus tersebut, termasuk memeriksa sejumlah artis.
 
Kasus bermula dari akun Instagram @tiketkekinian yang menawarkan promo tiket pesawat dan hotel. Namun, tiket tersebut didapatkan dengan membeli melalui pembobolan kartu kredit orang lain.
 
Para tersangka menggandeng artis untuk mempromosikan akun tersebut. Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan para artis tersebut, yakni Gisella Anastasia, Tyas Mirasih, Jessica Iskandar, Boy William, Awkarin, hingga Ruth Stefani.
 
Para tersangka dijerat Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif