Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, di Mapolres Malang, Selasa 4 Oktober 2022.
Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, di Mapolres Malang, Selasa 4 Oktober 2022.

Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Disebut Naik hingga 131 Orang

Daviq Umar Al Faruq • 04 Oktober 2022 13:16
Malang: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengaku baru saja mendapatkan data baru terkait jumlah korban meninggal dunia pada Tragedi Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Data yang diterima Kompolnas, jumlah korban bertambah menjadi 131 orang.
 
"Terakhir data, saya dapat data dari Aremania, sudah naik menjadi 131," kata Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, di Mapolres Malang, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Albertus menerangkan, data tersebut masih simpang siur. Bahkan dia mengaku jumlah itu masih ada kemungkinan bertambah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi data ini menurut keterangan dari teman-teman Aremania masih simpang siur. Ada kemungkinan masih bisa lebih," imbuhnya.
 
Baca juga: Abaikan Saran Polri, Laga Arema FC vs Persebaya Terikat Hak Siar

Berdasarkan penelusuran Medcom.id, jumlah korban meninggal dunia pada Tragedi Stadion Kanjuruhan naik menjadi 131 orang. Data tersebut berdasarkan rilis yang dikeluarkan Posko Postmortem Crisis Center, per Selasa, 4 Oktober 2022, pukul 10.00 WIB.
 
Data itu menyebutkan sebanyak 54 korban berada di RS Wava Husada Kepanjen, 2 korban di RS Hasta Brata Batu, 21 korban di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, 20 korban di RSUD Saiful Anwar Malang, dan 15 korban di RS Teja Husada Kepanjen,
 
Kemudian, 1 korban di RS Ben Mari Pakisaji, 3 korban di RS Hasta Husada, 4 korban di RSI Gondanglegi, 1 korban di RS Salsabila Husada Kromengan, 1 korban di RST Soepraoen Malang, dan 9 korban langsung dibawa pulang dari TKP oleh keluarga.
 
"Ada 131 orang yang meninggal. Luka ringan 260, luka berat 39, total 432 korban," kata Zulham Akhmad Mubarrok, penanggung jawab data.
 
Baca juga: Tanpa Perantara, Jokowi Bakal Santuni Korban Kerusuhan Kanjuruhan

Zulham mengaku, data yang masuk memang variatif. Sebab, ada beberapa korban meninggal dunia yang langsung diambil keluarga atau dibawa pulang ke kediaman masing-masing. Bahkan tak sedikit korban yang berasal dari luar Malang. 
 
"Saya pastikan 131, ini kemungkinan bisa bertambah karena luka berat masih ada. Tapi tidak sebanyak itu. Nggak sampai 180 Insyaallah. Muga-muga tidak sampai," jelasnya. 
 
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wijanto Wijoyo, membenarkan data tersebut. Ia mengaku, data berubah lantaran masih ada korban yang belum tercatat.
 
"Benar memang itu. Ada yang belum terdata. Yang langsung dibawa pulang," katanya.

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif