Tangerang: Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Tangerang diminta mengoptimalkan teknologi digital.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan selain bisa memperluas pemasaran, pemanfaatan teknologi digital juga bisa menekan angka inflasiS akibat penurunan daya beli masyarakat.
"Berikan produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing. Kalau harganya bersaing otomatis juga bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Kalau daya beli masyarakat bagus ekonomi tumbuh dan inflasi bisa ditekan," kata Arief di Tangerang, Rabu, 25 Januari 2023.
Arief menjelaskan perkembangan teknologi yang semakin pesat merupakan potensi untuk menembus pasar global bagi pengembangan industri dan usaha kecil menengah. Di mana upaya ini perlu terus ditunjang dengan inovasi dan meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan.
"Pemkot (Pemerintah Kota) Tangerang tentunya terus berupaya memfasilitasi pengembangan dunia usaha dan industri dengan berbagai kemudahan pelayanan dan perizinan, sehingga semuanya bisa maju bersama," jelasnya.
Arief berharap dengan kualitas produk-produk IKM dan UMKM kota Tangerang yang memenuhi standar internasional dan harga yang bisa bersaing, produk-produk tersebut bisa tembus pasar nasional bahkan internasional.
"Kami terus berupaya memfasilitasi bapak ibu pelaku usaha agar produk-produk bapak ibu bisa tembus ke pasar dunia, bukan hal yang tidak mungkin. Produk bapak ibu bagus-bagus tinggal ditingkatkan lagi agar lebih bagus," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, menjelaskan saat ini Kota Tangerang memiliki data sebanyak 4.435 pelaku IKM dan 22.198 yang tervalidasi 2022.
"Sangat potensial bagi Pemkot Tangerang untuk memberikan pembinaan kepada pelaku usaha, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang," ungkap Suli.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Tangerang: Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (
UMKM) di
Kota Tangerang diminta mengoptimalkan teknologi
digital.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan selain bisa memperluas pemasaran, pemanfaatan teknologi digital juga bisa menekan angka inflasiS akibat penurunan daya beli masyarakat.
"Berikan produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing. Kalau harganya bersaing otomatis juga bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Kalau daya beli masyarakat bagus ekonomi tumbuh dan inflasi bisa ditekan," kata Arief di Tangerang, Rabu, 25 Januari 2023.
Arief menjelaskan perkembangan teknologi yang semakin pesat merupakan potensi untuk menembus pasar global bagi pengembangan industri dan usaha kecil menengah. Di mana upaya ini perlu terus ditunjang dengan inovasi dan meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan.
"Pemkot (Pemerintah Kota) Tangerang tentunya terus berupaya memfasilitasi pengembangan dunia usaha dan industri dengan berbagai kemudahan pelayanan dan perizinan, sehingga semuanya bisa maju bersama," jelasnya.
Arief berharap dengan kualitas produk-produk IKM dan UMKM kota Tangerang yang memenuhi standar internasional dan harga yang bisa bersaing, produk-produk tersebut bisa tembus pasar nasional bahkan internasional.
"Kami terus berupaya memfasilitasi bapak ibu pelaku usaha agar produk-produk bapak ibu bisa tembus ke pasar dunia, bukan hal yang tidak mungkin. Produk bapak ibu bagus-bagus tinggal ditingkatkan lagi agar lebih bagus," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, menjelaskan saat ini Kota Tangerang memiliki data sebanyak 4.435 pelaku IKM dan 22.198 yang tervalidasi 2022.
"Sangat potensial bagi Pemkot Tangerang untuk memberikan pembinaan kepada pelaku usaha, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang," ungkap Suli.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)