Bandung: Para pedagang di Pasar Kosambi Bandung mulai menerapkan sistem pemesanan secara daring atau online kepada para konsumen. Hal itu sebagai upaya physical distancing untuk mencegah penyebaran covid-19 atau virus korona terutama di Pasar Kosambi.
Berdasarkan pantauan Medcom.id, nampak sejumlah para pedagang tengah sibuk mempersiapkan barang dagangan sambil melihat sesekali ke gawainya. Dalam gawai tersebut rupanya, pedagang melihat pesanan yang diminta oleh konsumen melalui aplikasi whatsapp.
Kebutuhan pangan seperti cabai merah, bawah putih, bawang merah serta rempah-rempah paling banyak dipesan oleh konsumen. Bahkan tak jarang konsumen memesan yang lainnya seperti pembersih lantai serta sabun cuci.
"Iya kang, banyak ini yang pesan. Sekarang mah pada belinya lewat WA (whatsapp), barangnya di-list di sini lalu saya siapkan," ujar Elly, 54, salah satu pedagang saat ditemui Medcom.id di Pasar Kosambi Bandung, Jalan Ahmad Yani, Jumat, 10 April 2020.
Baca: Warga Tolak Pemakaman Jenazah Perawat PDP Covid-19
Elly mengaku, mayoritas yang pesan secara online merupakan konsumen yang biasa berbelanja di lapaknya. Namun tak sedikit konsumen baru datang hanya meminta kontak telepon pedagang supaya bisa pesan secara online.
"Rata-rata pelanggan yang sudah kenal, tapi ada juga yang datang minta nomer saya, terus pesan lewat WA hari berikutnya," tutur Elly.
Nantinya, barang-barang tersebut akan diambil oleh kurir driver ojek online. Namun tak jarang juga konsumen langsung mengambil barang-barang tersebut jika telah siap diambil.
"Ada yang diambil langsung kalau semuanya sudah siap, jadi dia enggak lama-lama di pasar. Datang, bayar langsung pergi lagi," ungkap Lala, pedagang lainnya di Pasar Kosambi Bandung.
Selain itu, lanjut Lala, banyak konsumen yang belanja melalui jasa kurir ojek online. Sistemnya sama, driver ojek online memperlihatkan barang yang dipesan kepada pedagang.
"Ada juga yang pakai go-shop, datang ke sini kasih listnya terus kita siapin," jelas Lala.
Bandung: Para pedagang di Pasar Kosambi Bandung mulai menerapkan sistem pemesanan secara daring atau online kepada para konsumen. Hal itu sebagai upaya
physical distancing untuk mencegah penyebaran covid-19 atau virus korona terutama di Pasar Kosambi.
Berdasarkan pantauan
Medcom.id, nampak sejumlah para pedagang tengah sibuk mempersiapkan barang dagangan sambil melihat sesekali ke gawainya. Dalam gawai tersebut rupanya, pedagang melihat pesanan yang diminta oleh konsumen melalui aplikasi
whatsapp.
Kebutuhan pangan seperti cabai merah, bawah putih, bawang merah serta rempah-rempah paling banyak dipesan oleh konsumen. Bahkan tak jarang konsumen memesan yang lainnya seperti pembersih lantai serta sabun cuci.
"Iya kang, banyak ini yang pesan. Sekarang mah pada belinya lewat WA (whatsapp), barangnya di-
list di sini lalu saya siapkan," ujar Elly, 54, salah satu pedagang saat ditemui
Medcom.id di Pasar Kosambi Bandung, Jalan Ahmad Yani, Jumat, 10 April 2020.
Baca:
Warga Tolak Pemakaman Jenazah Perawat PDP Covid-19
Elly mengaku, mayoritas yang pesan secara online merupakan konsumen yang biasa berbelanja di lapaknya. Namun tak sedikit konsumen baru datang hanya meminta kontak telepon pedagang supaya bisa pesan secara online.
"Rata-rata pelanggan yang sudah kenal, tapi ada juga yang datang minta nomer saya, terus pesan lewat WA hari berikutnya," tutur Elly.
Nantinya, barang-barang tersebut akan diambil oleh kurir driver ojek online. Namun tak jarang juga konsumen langsung mengambil barang-barang tersebut jika telah siap diambil.
"Ada yang diambil langsung kalau semuanya sudah siap, jadi dia enggak lama-lama di pasar. Datang, bayar langsung pergi lagi," ungkap Lala, pedagang lainnya di Pasar Kosambi Bandung.
Selain itu, lanjut Lala, banyak konsumen yang belanja melalui jasa kurir ojek online. Sistemnya sama, driver ojek online memperlihatkan barang yang dipesan kepada pedagang.
"Ada juga yang pakai
go-shop, datang ke sini kasih listnya terus kita siapin," jelas Lala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)