Pelaku mutilasi, Sugeng Santoso, 49, saat ditangkap di kawasan Jalan Martdinata, Kota Malang, Jawa Timur. Istimewa
Pelaku mutilasi, Sugeng Santoso, 49, saat ditangkap di kawasan Jalan Martdinata, Kota Malang, Jawa Timur. Istimewa

Pelaku Mutilasi di Malang Divonis Hukuman Mati

Daviq Umar Al Faruq • 16 September 2020 15:16
Malang: Terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi, Sugeng Santoso, 49, divonis hukuman mati. Sugeng terbukti bersalah dalam kasus mutilasi di lantai II Pasar Besar, Kota Malang, Jawa Timur, pada Mei 2019.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Andi Darmawangsa, membenarkan vonis tersebut. Hal itu merujuk pada salinan surat putusan Mahkamah Agung (MA) yang diterima Kejari Kota Malang pada Jumat 11 September 2020 lalu. 
 
''Iya benar, baru kita terima Jumat kemarin. Putusan ini mengubah putusan sebelumnya yang memvonis (Sugeng Santoso) hukuman penjara 20 tahun. Sugeng divonis hukuman mati," kata Andi, Rabu 16 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut, salinan surat putusan MA masih belum diberikan ke Sugeng dan kuasa hukum. Apabila surat telah diberikan, maka terpidana berhak mengajukan grasi dan peninjauan kembali (PK).
 
''Saat ini kita baru menerima salinan putusan saja, belum berkas-berkas lainnya. Nanti setelah diterima Sugeng dan kuasa hukumnya, tinggal menunggu langkah mereka selanjutnya,'' bebernya.
 
Baca: Potongan Tubuh Ditemukan di Pasar Besar Malang
 
 

Jika terpidana dan kuasa hukum tidak mengajukan grasi dan PK, maka kejaksaan segera membuat surat persetujuan menerima putusan untuk diserahkan kembali ke MA.
 
''Jika langkah grasi dan PK itu tidak dilakukan, kita akan laporkan ke pimpinan untuk dieksekusi. Prosesnya masih panjang," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi, mengaku berencana mengajukan upaya hukum lanjut atas putusan MA tersebut. Sebab, MA menolak kasasi yang diajukan Sugeng dan memperberat hukuman dari pidana penjara 20 tahun menjadi pidana mati.
 
"Tim penasihat hukum akan mengajukan upaya hukum, namun semua ini tergantung pada Sugeng Santoso sendiri," katanya.
 
Sebelumnya pada Mei 2019, ditemukan sejumlah potongan tubuh manusia di lantai II Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, Selasa 14 Mei 2019. Potongan tubuh ditemukan dalam keadaan membusuk.
 
Adapun potongan tubuh yang ditemukan yakni sepasang kaki di bawah tangga, sepasang tangan di bawah tangga, potongan badan di kamar mandi dan potongan kepala di bawah tangga dengan dibungkus kresek hitam. Kemudian, pelaku Sugeng Santoso, 49, warga Jodipan, Blimbing, Kota Malang, ditangkap pada Kamis 16 Mei 2019.

 
(LDS)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif