Ilustrasi waspada penipuan investasi ilegal dan pinjol tak berizin - - Foto: Medcom
Ilustrasi waspada penipuan investasi ilegal dan pinjol tak berizin - - Foto: Medcom

Datanya Dicatut, Pengusaha Sidoarjo Diteror Pinjol Minta Bayar Rp1,4 Miliar

Nasional Pemalsuan Dokumen Pinjaman Online Pinjol ilegal Jawa Timur Debt Collector
Media Indonesia • 11 Mei 2022 10:20
Sidoarjo: Seorang pengusaha di Kabupaten Sidoarjo diteror penagih utang (debt collector) yang disewa penyedia jasa pinjaman online (pinjol). Ia diminta membayar utang Rp1,4 miliar dari utang yang tidak pernah dipinjamnya lewat pinjol tersebut. 
 
Nasib nahas ini dialami Erick Eko Priyambodo,30, pemilik PT Putra Samudera Indonesia. Dia kaget karena ada sejumlah orang debt collector yang mendatangi kantornya pada 29 Maret 2022 lalu.
 
Debt collector tersebut menyatakan bahwa Erick memiliki pinjaman online senilai Rp1,4 miliar yang harus dibayar. Debt collector datang dengan cara kasar menggebrak meja. Tidak itu saja, mereka juga mengajak sejumlah wartawan online yang kemudian ikut melakukan interogasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick sudah menjelaskan bahwa dia tidak pernah melakukan pinjaman online apalagi dengan nilai sebesar itu.
 
Baca: Kasus Pinjol Ilegal Sleman Dilimpahkan ke Kejati Jawa Barat
 
Dia kemudian menjelaskan panjang lebar, bahwa pihak yang melakukan pinjaman online adalah Donald Darius Lumintjap. Donald yang juga pengusaha, memakai identitas Erick untuk melakukan pinjaman online.
 
"Saya kenal baik dengan Donald, namun saya tidak menyangka dia kemudian berbuat jahat seperti itu," kata Erick kepada awak media, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Erick tidak menyangka, Donald yang awalnya menawarkan kerja sama bisnis, ternyata menggunakan identitasnya untuk meminjam online. Saat itu ada video call dua kali, namun ternyata dimanfaatkan bahwa dia seolah-olah yang melakukan pinjaman online. Padahal dalam pinjaman online itu, tanda tangan atas nama Donald.
 
Namun meskipun dia sudah memberikan penjelasan sesuai fakta, justru para wartawan online tersebut memberitakan dengan isi merugikan pada 6 April 2023 lalu. Dalam pemberitaan mereka ada yang menyebutkan Erick pengusaha penipu, pengusaha yang kabur tidak bertanggung jawab.
 
"Tentu saja pemberitaan tersebut sangat merugikan nama baik perusahaan saya dan nama baik saya secara pribadi," kata Erick.
 
Atas peristiwa tidak mengenakkan tersebut, Erick kemudian melaporkannya ke Subdit V Siber Direskrimsus Polda Jatim. Pihak yang dilaporkan adalah sejumlah media online yang memberitakan tidak sesuai fakta dan mencemarkan nama baik. Selain itu pihak jasa pinjaman online yaitu People Intelligence Indonesia (PPI).
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif