NEWSTICKER
 Pasukan disiapkan di Lanut Silas Papare untuk mengevakuasi Helikopter MI-17 di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Pasukan disiapkan di Lanut Silas Papare untuk mengevakuasi Helikopter MI-17 di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Sulitnya Mengevakuasi Helikopter MI-17 di Papua

Nasional helikopter hilang kontak
Roylinus Ratumakin • 11 Februari 2020 15:08
Jayapura: EvakuasiHelikopter MI-17belum bisa dilakukan. Kondisi cuaca di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menjadi hambatan utama.
 
Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, mengatakanwaktu efektif melakukan operasi pencarian hanya tiga jam. Hal ini menghindari kabut turun dari puncak sehingga menyulitkan operasi.
 
“Kami hanya memiliki waktu efektif melakukan pencarian melalui udara selama tiga jam di antara pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIT. Selebihnya, kabut sudah menutupi permukaan tanah,”kata Sianturi, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut Belum ada personel yang tiba di lokasi. Titik jatuhnya helikopter berada di ketinggian 11 ribu kaki atau kurang lebih 3.200 meter di atas permukaan laut. Posisinya helikopter berada di tebing yang curam.
 
Sianturi menyiapkan dua skenario evakuasi. Mengerahkan pasukan melalui jalur darat atau menerjunkan personel dari udara.“Ini yang sedang kami matangkan sebelum melakukan evakuasi,” katanya.
 
Lebih lanjut, kata dia, pagi tadi pihaknya menerbangkan satu helikopter untuk melihat lokasi sambil mengamati kondisi sekitar, termasuk mengidentifikasi titik-titik aman untuk dilakukan pendaratan.
 
“Lokasi jatuhnya helikopter sangat jauh dari permukiman penduduk. Artinya, kami akan menentukan atau mencari titik-titik yang bisa kami gunakan sebagai droping zone bagi pasukan kami yang akan melakukan evaluasi,” ujarnya.
 
Disinggung soal masa evakuasi, Sianturi mengatakan pihaknya tidak membatasi waktu proses evakuasi terhadap korban.
 
“Kami mengutamakan keselamatan. Dengan bentuk medan dan cuaca, kami harus mempertimbangkan keselamatan tim evakuasi. Kami tidak mau terburu-buru, semua rencana harus dilakukan dengan matang,” katanya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif