Kendaraan pengangkut sampah saat akan melakukan pembongkaran sampah di TPST Piyungan. Medcom.id/Mustaqim
Kendaraan pengangkut sampah saat akan melakukan pembongkaran sampah di TPST Piyungan. Medcom.id/Mustaqim

Blokir Dibuka, Pengangkutan Sampah ke TPST Piyungan Ditarget Rampung 3 Hari

Nasional Sampah Yogyakarta Kerusakan Lingkungan
Ahmad Mustaqim • 12 Mei 2022 14:48
Yogyakarta: Pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai dilakukan setelah blokir yang dilakukan warga mulai dibuka hari ini. Sampah yang ada di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta dikirim secara bertahap.
 
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan pengiriman sampah yang volumenya ribuan ton sejak TPST Piyungan ditutup 7 Mei, tak bisa diselesaikan dalam sehari. Pengiriman sampah diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari. Arus kendaraan akan diatur secara begiliran.
 
"Jadi kami atur kemampuan masuknya (truk sampah) di sana (TPST) seperti apa," kata Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLH DIY, Jito, di area TPST Piyungan, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jito mengatakan pengiriman sampah secara serempak akan menyebabkan penumpukan, baik kendaraan maupun sampah. Menurut dia, baik kendaraan maupun sampah yang masuk perlu diatur agar tak menimbulkan masalah baru.
 
Baca: Warga Sepakat Buka Akses TPST Piyungan
 
Selain itu, proses pembongkaran sampah dari kendaraan pengangkut juga memakan waktu. Jenis kendaraan pengangkut sampah ke TPST Piyungan terdiri dari truk, dump truk, hingga jenis viar.
 
"Kalau dump truck bisa cepat, kalau (jenis kendaraan) yang lain tidak bisa prediksi lamanya pembongkaran. Jadi tetap kami batasi. Kalau sudah benar-benar bisa menerima semuanya (kendaraan) baru silakan (masuk)," ungkapnya.
 
Ia mengatakan mobilitas kendaraan pengiriman sampah akan meningkat. Pihaknya terus menyosialisasikan pengaturan pengiriman sampah ke berbagai pihak, termasuk swasta.
 
"Kami imbau ke teman-teman pengelola sampah di kabupaten/kota, sebelum benar-benar longgar (kendaraan pengangkut sampah) tidak boleh masuk dulu," ungkapnya. 

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif