Ilustrasi (ANTARA)
Ilustrasi (ANTARA)

Anak-anak di Yogyakarta Dikenai Jam Malam

Nasional tawuran tawuran pelajar kriminalitas jalanan Yogyakarta
Media Indonesia.com • 27 April 2022 20:38
Yogyakarta: Wali Kota Yogyakarta telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait jam malam bagi anak. SE itu juga terkait pembinaan anak-anak dalam keluarga, mengacu pada Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2020 tentang pembangunan ketahanan keluarga.
 
"Jam malam anak itu memberikan acuan, maksimal jam sepuluh malam anak-anak sudah ada di rumah," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Selasa, 26 April 2022.
 
Jam malam diterapkan sebagai upaya bersama mengatasi perkelahian pelajar. Pasalnya, perkelahian geng sekolah bergeser menjadi kejahatan jalanan (klitih) di masyarakat pada malam dan dini hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab itu, jam anak harus dikelola dengan baik agar anak-anak tidak terjebak pada melakukan aktivitas yang dilarang, seperti kejahatan jalanan," terangnya.
 
Heroe menyampaikan, pihaknya juga telah menerjunkan Satpol PP, Linmas, dan Jaga Warga yang dibentuk Pemda DIY untuk ikut mencegah kejahatan jalanan. Kegiatan ronda atau sistem keamanan lingkungan juga harus lebih diaktifkan. 
 
Baca juga: Seratusan Anggota Geng Motor Ditangkap Polres Sukabumi Kota
 
"Karena (kejahatan jalanan terjadi) di masyarakat, aktivitas itu harus ditangani bersama-sama. Kami punya harapan kita semua punya tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kita baik sekolah masyarakat dan keluarga itu menjadi faktor penting untuk mencegah perkembangan kejahatan jalanan," kata dia.
 
Kepala Bagian Hukum Pemkot Yogyakarta, Nindyo Dewanto, mengungkapkan, penanganan kejahatan jalanan menjadi hal sangat penting untuk didiskusikan  lebih lanjut.
 
"Kami harap melalui diskusi ini paling tidak kita bisa mendapatkan pandangan yang sama terkait kejahatan jalanan dan penanggulangannya seperti apa," papar Nindyo. 
 
Di sisi lain, Kanit Bhabinkamtibmas Polresta Yogyakarta, AKP Widar Afandi menyebut selama 2022 Polresta Yogyakarta menangani 8 kasus tindak pidana yang dilakukan pelajar. Rinciannya berupa penganiayaan, sajam, dan pengrusakan. Kasus-kasus yang ditangani sudah ada P21 dan yang divonis pengadilan.
 
"Upaya yang dilakukan Polresta dalam penanganan kenakalan remaja diantaranya pendataan geng-geng pelajar dan musuh antar geng, pemetaan tempat nongkrong atau berkumpul geng, patroli terpadu polres-polsek, hingga pembinaan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan terhadap pelajar berenergi lebih," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif