Korban bernama Sri Mulyani saat membuat laporan di Kantor Polsek Koto Tangah, Padang
Korban bernama Sri Mulyani saat membuat laporan di Kantor Polsek Koto Tangah, Padang" Sumatera Barat, Rabu (8/12). ANTARA/FathulAbdi

Tegur Tetangga Karaoke, Bidan Disiram Air Panas

Nasional Kekerasan Kekerasan Fisik kekerasan terhadap perempuan
Antara • 08 Desember 2021 16:37
Padang: Seorang bidan di Padang, Sumatra Barat, bernama Sri Wahyuni, 31, menjadi korban penyiraman air panas oleh pemilik warung di Jalan Baringin, Kecamatan Koto Tangah, pada Selasa malam, 7 Desember 2021.
 
Insiden itu terjadi ketika korban menegur pelaku yang tengah berkaraoke dengan volume kencang sehingga menimbulkan suara bising di sekitar lokasi. Kala itu di klinik sang bidan baru saja melayani persalinan.
 
"Waktu itu ada bayi yang lahir siang hari, karena itu istri saya (bidan) mengingatkan kepada pemilik warung agar jangan menggelar karaoke," kata suami korban, David, 34, Rabu, 8 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, katanya, peringatan itu juga telah disampaikan ke RT setempat namun tidak digubris pelaku dan karaoke tetap berlangsung pada malam hari.
 
Tidak hanya mengganggu kenyamanan di sekitar lokasi, volume musik yang kencang juga mengakibatkan bayi yang baru lahir di klinik korban terus menangis dan membuat orang tua bayi gelisah.
 
Baca juga: Kamar Mayat Overload, Kontainer Jenazah Dikirim ke Lumajang
 
Korban akhirnya kembali mengingatkan pelaku agar mengurangi volume musik di warungnya, namun tetap tidak diindahkan. 
 
"Istri saya kembali menemui pemilik warung untuk menegur, saat itu karena suara musik cukup keras istri saya sedikit mendorong pengeras suara hingga miring," jelasnya.
 
Pemilik warung yang diketahui masih memiliki hubungan kerabat dengan korban langsung marah. Ia kemudian menyiramkan air panas dari cangkir yang sedang digenggam kepada korban.
 
Air panas itu mengenai bagian telinga, tangan, dan bahu korban hingga melepuh. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Tidak terima dengan kejadian tersebut, akhirnya korban bersama suami membuat laporan ke Kantor Kepolisian Sektor Koto Tangah pada Rabu, 8 Desember 2021.
 
Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor Koto Tangah AKP Afrino mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari korban dan segera menindaklanjutinya.
 
"Laporan dari korban segera kami tindak lanjuti dengan memburu pelaku, identitas pelaku sudah kami kantongi," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif