Kondisi pasar Perumnas Sako Palembang. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo
Kondisi pasar Perumnas Sako Palembang. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo

Harga Pangan di Sumsel Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Nasional kenaikan harga harga sembako komoditas
Gonti Hadi Wibowo • 16 Desember 2020 10:54
Palembang: Harga pangan di sejumlah pasar di Sumatra Selatan, mulai naik jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021. 
 
Beberapa jenis pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain, daging dari Rp120 ribu naik Rp 130 ribu per kilogram, ayam potong Rp28 ribu menjadi Rp34 ribu per kilogram, telur Rp20 ribu naik Rp26 ribu, dan cabai merah dari Rp Rp35 ribu naik Rp52 ribu per kilogram.
 
"Memang menjelang natal dan tahun baru ini harga sembako mulai naik. Tetapi saya melihat kenaikan harganya masih dalam tahap yang wajar," kata Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan, Rabu, 16 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iwan mengatakan harga cabai mengalami kenaikan karena telah memasuki musim penghujan dan petani banyak yang gagal panen. Sedangkan naiknya harga ayam potong lantaran mulai banyaknya acara syukuran dan pesta pernikahan.
 
Menurutnya, kenaikan harga sembako di pasaran menunjukan banyaknya permintaan dari masyarakat selama pandemi covid-19. 
 
Baca juga: Kabupaten Blora Berlakukan Jam Malam
 
Hal itu juga membuat perekonomian di Sumsel mengalami peningkatan dengan perputaran ekonomi tranksasi jual beli di pasar.
 
"Harga sembako naik saat hari besar seperti lebaran dan akhir tahun itu memang wajar. Tetapi kami mengimbau kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga sembako secara tidak wajar," imbau dia.
 
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan operasi pasar bersama satgas pengan yang terdiri dari Polri, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan Pom) untuk memantau harga sembako di pasaran.
 
Ia mengimbau kepada pedagang dan oknum tertentu untuk tidak melakukan penimbunan sembako yang bisa memicu harga sembako mengalami kenaikan.
 
"Jika nantinya ada pedagang maupun oknum tertentu yang menimbun akan terjerat hukuman pidana dengan kurungan lima tahun penjara," kata Iwan.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif