Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto. ANTARA/ Firman
Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto. ANTARA/ Firman

Polda Kalsel Tetapkan Enam Lokasi Penyekatan Pemudik

Antara • 22 April 2021 06:40
Banjarmasin: Polda Kalimantan Selatan bersama TNI dan petugas gabungan pemda menetapkan enam lokasi penyekatan untuk mengantisipasi arus mudik Lebaran Idulfitri. Petugas akan berjaga bergantian di tiap lokasi.
 
"Jadi kami lakukan penyekatan ini untuk arus lalu lintas jalur darat lintas provinsi," kata Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto, di Banjarmasin, Rabu, 21 April 2021.
 
Baca: Nekat Mudik ke Banyumas Bakal Dikarantina

Dia menjelaskan pos cek poin penyekatan tersebut yaitu satu di Kabupaten Barito Kuala perbatasan dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kedua di Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara di perbatasan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
 
Kemudian di Kabupaten Tabalong dua titik yaitu Kecamatan Kelua perbatasan Kalimantan Tengah dan Kecamatan Jaro dengan Kalimantan Timur.
 
Selanjutnya di Desa Sengayam, Kabupaten Kotabaru perbatasan dengan Kalimantan Timur serta di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin perbatasan dengan Kabupaten Banjar.
 
"Khusus di perbatasan dalam provinsi yaitu Tapin dan Kabupaten Banjar kita sekat juga guna mencegah mobilitas pemudik dari Banjarmasin dan sekitarnya ke arah Hulu Sungai," jelas Rikwanto.
 
Sementara wilayah yang termasuk aglomerasi yang diizinkan mobilitas selama momen Lebaran, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kota Martapura.
 
Dalam pelaksanaannya Rikwanto tetap mengingatkan petugas di lapangan untuk mengedepankan sikap humanis dalam operasi larangan mudik terhitung sejak 6 sampai 17 Mei 2021.
 
"Jika memang ada yang terlanjur telah masuk Kalsel maka kebijakannya wajib karantina lima hari. Kalau aman maka silahkan beraktivitas seperti biasa. Yang pas ada pengeculian jika dilengkapi dokumen izin perjalanan tertentu dan surat sehat bebas covid-19," ungkap Rikwanto.
 
Rikwanto mengharapkan masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah dengan tujuan mencegah penyebaran covid-19 semakin masif jika mobilitas masyarakat melalui tradisi pulang kampung terjadi.
 
"Kasus covid-19 di Kalsel masih tinggi, jadi tolong sadari betul kebijakan ini demi keselamatan bersama. Silahkan Lebaran di rumah saja dan silaturahmi bisa dilakukan melalui telepon dan sarana lainnya," ujarnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>