BPBD Kabupaten Klaten memberikan bantuan air bersih untuk desa-desa mengalami krisis air bersih. MI/Djoko Sardjono
BPBD Kabupaten Klaten memberikan bantuan air bersih untuk desa-desa mengalami krisis air bersih. MI/Djoko Sardjono

636 Tangki Air Bersih Disalurkan ke 19 Desa Kekeringan di Klaten

Nasional kemarau air bersih kekeringan krisis air bersih
Media Indonesia.com • 29 Oktober 2020 09:33
Klaten: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, hingga kini telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 636 tangki ke daerah terdampak kemarau. Sebanyak 19 desa di Klaten, Jawa Tengah, terdampak kemarau.
 
"Kondisi kekeringan terparah terjadi di Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Sidorejo, Tlogowatu, dan Tangkil di Kecamatan Kemalang," kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, melansir Mediaindonesia.com, Kamis, 29 Oktober 2020.
 
Kemudian, Desa Jambakan, Paseban, Wiro, Krakitan, Krikilan, Dukuh, Jarum, Ngerangan, Bogem, dan Gunung Gajah di Kecamatan Bayat. Serta Temuireng dan Bandungan di Kecamatan Jatinom.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dua desa kekeringan lainnya, yaitu Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko, dan Desa Gaden di Kecamatan Trucuk," imbuhnya.
 
Baca:Jelang Musim Hujan, 3 Desa di Kuningan Justru Kekeringan
 
Dia mengaku, penyaluran air bersih ke 19 desa terdampak kemarau belum dihentikan hingga kini. Pasalnya, sumber air yang ada belum dapat dimanfaatkan, bahkan masih kering.
 
Kegiatan dropping air BPBD Klaten dimulai sejak 8 Juli 2020. Sebanyak 636 tangki air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga yang mengalami kekeringan.
 
"BPBD Klaten 2020 menyiapkan anggaran Rp242,95 juta untuk kegiatan dropping air 1.000 tangki. Hingga kini telah terealisasi 63,6 persen atau 636 tangki," tukasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif