Warga melakukan perekaman baru KTP. Medcom.id/Syaikhul Hadi
Warga melakukan perekaman baru KTP. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Layanan Perekaman Baru KTP-el di Surabaya Dibuka Kembali

Nasional Virus Korona e-ktp
Syaikhul Hadi • 29 Juli 2020 23:47
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya membuka kembali layanan khusus perekamam baru kartu tanda penduduk (KTP) elektronik di Mal Pelayanan Publik Siola. Hal ini menyusul hasil evaluasi dan penyiapan standar protokol kesehatan saat proses perekaman KTP elektronik.
 
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan sejak awal pandemi covid-19 meliburkan semua layanan yang mengharuskan terjadinya tatap muka langsung antara warga dengan petugas. Salah satunya adalah proses perekaman baru KTP elektronik atau bagi warga yang belum pernah melakukan perekaman.
 
"Karena memang prosesnya layanan ini seluruhnya harus ketemu. Mulai dari perekaman sidik jari, iris matanya, tanda tangan dan mengambil fotonya," ujar Agus Imam Sonhaji, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, selama empat bulan tidak melayani perekaman baru KTP elektronik, banyak warga yang mengalami kesulitan. Sehingga dicarikan metode yang aman supaya tidak terjadi penularan saat proses perekaman baru KTP elektronik tersebut.
 
"Akhirnya kita carikan beberapa alternatif percobaan untuk bagaimana alat rekam KTP elektronik bisa berfungsi aman. Setelah kita riset sekitar satu bulan itu, akhirnya minggu lalu kita simpulkan ini aman," ujarnya.
 
Baca:Data KTP-el Otomatis Non-aktif Jika Tak Diurus
 
Metode baru tersebut diterapkan sebagai upaya untuk menghindari kontak langsung antar warga dengan petugas. Selain itu untuk meminimalisasi kontak antar warga dengan alat perekaman.
 
"Dengan standar prosedur baru itu maka kemudian membuat risiko kontak langsung tersebut menjadi diminimalisir," jelasnya.
 
Sementara untuk layanan lain, seperti cetak ulang KTP elektronik rusak, hilang, atau perubahan KK, sejak awal pandemi tetap berjalan melalui daring. Sebab, layanan tersebut dapat dilakukan tanpa harus bertemu langsung antara warga dengan petugas.
 
Agus menjelaskan, standar prosedur baru diterapkan dalam perekaman baru. Pihaknya mewajibkan warga mencuci tangan dengan sabun, serta dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun. Warga kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan dan menggunakan hand sanitizer.
 
"Jadi ada tiga tahapan untuk membersihkan atau mensterilkan tangan. Kemudian dia datang ke situ mengisi tanda tangan maka dengan kondisi tangan sudah bersih," jelasnya.
 
Kemudian, saat proses perekaman iris mata, warga akan diarahkan menggunakan pelindung mata dari mika yang telah disediakan Dispendukcapil Surabaya. Pelindung mata ini digunakam sekali pakai, sehingga setelah selesai digunakan langsung dibuang.
 
"Kita siapkan, di situ tinggal menggunakan," tambahnya.
 
Warga diwajibkan untuk mendaftar lebih dulu
melalui laman https://ssw.surabaya.go.id. Mereka yang telah mendaftar antrean melalui daring, akan mendapatkan bukti nomor antrean berupa barcode serta urutan jam pelayanan.
 
"Kalau mereka datang tidak membawa bukti daftar antrean online, tidak diperbolehkan untuk masuk,” terangnya.
 
Nantinya, selama 10 hari ke depan pihaknya akan membatasi kuota maksimal 50 orang khusus untuk layanan perekaman baru KTP elektronik. Di samping itu juga akan dilakukan evaluasi terkait kuota.
 
"Apakah cukup kuota 50 orang itu atau tidak. Sementara ini pelayanan mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB,” tegasnya.
 

(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif