NEWSTICKER
Ribuan orang yang tergabung dalam gerakan aksi damai tolak pemusnahan babi di Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Senin.  (ANT/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Ribuan orang yang tergabung dalam gerakan aksi damai tolak pemusnahan babi di Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Senin. (ANT/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Massa #Savebabi Tolak Pemusnahan Babi

Nasional hewan ternak
Antara • 10 Februari 2020 13:27
Medan: Massa yang tergabung dalam gerakan aksi damai tolak pemusnahan babi menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Senin, 10 Februari 2020. Aksi bertajuk Gerakan #Savebabi merupakan bentuk penolakan pemusnahan babi akibat wabah African Swine Fever (ASF) di Sumut.
 
"Save babi, save babi," teriak pengunjuk rasa Boasa Simanjuntak, saat berorasi, di depan DPRD Sumut, Kota Medan, Sumut, melansirAntara,Senin, 10 Februari 2020.
 
Dari atas mobil komando, Boasa berulang kali mengatakan babi merupakan sumber perekonomian. Pihaknya sangat menentang pemusnahan babi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami makan dari babi. Anak kami kuliah dari babi. Save babi, ibabi," ujarnya.
 
Massa membawa sejumlah atribut seperti ulos dan spanduk menolak rencana pemusnahan babi di Sumatera Utara. Pantauan Antara, massa masih bertahan di depan Gedung DPRD Sumut. Mereka juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.
 
Kementan sebelumnya telah mengumumkan adanya kejadian penyakit ASF di Sumut melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No. 820/Kpts/PK.32/M/12/2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit Demam Babi Afrika pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara pada 12 Desember 2019. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa penyebab utama kematian babi di Sumut disebabkan oleh ASF.
 
Penyakit ASF telah terjadi di 16 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional sampai minggu ke-2 Desember 2019, total kematian ternak babi yang terjadi di Sumut dilaporkan mencapai 28.136 ekor.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif