NEWSTICKER
Proses evakuasi para korban jatuhnya Helikopter MI-17 dari Bandara Oksibil menuju Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Proses evakuasi para korban jatuhnya Helikopter MI-17 dari Bandara Oksibil menuju Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

12 Jenazah Korban Helikopter MI-17 Teridentifikasi

Nasional helikopter hilang kontak
Roylinus Ratumakin • 16 Februari 2020 21:31
Jayapura: Tim DVI Polda Papua berhasil mengidentifikasi 12 jenazah korban Helikopter M-17 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Helikopter hilang kontak saat terbang dari Oksibil menuju Jayapura, Jumat, 28 Juni 2019 siang.
 
"12 korban teridentifikasi berdasarkan data primer gigi sebanyak satu jenazah, kemudian jenazah yang diidentifikasi dengan dua data sekunder dan data medis sebanyak empat jenazah, selanjutnya teridentifikasi menggunakan data primer gigi dan data sekunder properti sebanyak enam jenazah dan satu jenazah teridentifikasi secara inklusi," kata Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol Agustinus Mulyanto Hardi, Minggu, 16 Februari 2020 di RS Bhayangkara.
 
Agustinus mengatakan, sistim identifikasi eksklusi biasa diterapkan dari total jenazah yang ada. Apalagi jumlah korban jatuhnya Helikopter MI-17 sejak awal sudah diketahui berjumlah 12 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya setelah 11 jenazah sudah teridentifikasi, maka satu jenazah adalah sisa dari jumlah korban yang belum teridentifikasi karena tim DVI mengalami kelusitan untuk mendapatkan data primer dan skunder," ujarnya.
 
Berikut 12 korban jatuhnya Helikopter MI-17:
 
Jenazah nomor 62/004/Oksibil teridentifikasi sebagai Kapten CPN Aris Afik (30 tahun) dengan alamat Perum Water Permai No. 70 RT 12/RW 3, Semarang dengan menggunakan data primer berupa gigi dan data sekunder berupa properti pakaian dinas Perbad dan papan nama jenazah.
 
Jenazah nomor 62/003/Oksibil teridentifikasi sebagai Kapten Bambang Saputra (45 tahun), Alamat Perum Grand Panorama Ci. No.1 RT 4/RW01, Pudak Payung, Semarang dengan menggunakan data primer berupa gigi dan data sekunder berupa properti pakaian dinas Perbad dan papan nama jenazah.
 
Jenazah nomor 62/001/Oksibil teridentifikasi sebagai Lettu Ahwar Affandy (35), alamat Perum Jatisari Sabri Block C 1, No 12.B, Semarang dengan menggunakan data primer berupa gigi dan data sekunder berupa properti pakaian dinas Perbad dan papan nama jenazah serat cincin logam emas dengan mata cincin warna merah.
 
Jenazah nomor 62/005/Oksibil teridentifikasi sebagai Serka Suriatna Wijaya Kusuma (32), alamat Perum Muen Harmoni, Blok V dengan menggunakan data primer berupa gigi dan data sekunder berupa properti pakaian dinas warna hijau serta beberapa kartu identitas yang melekat pada jenazah.
 
Jenazah nomor 62/006/Oksibil teridentifikasi sebagai Pratu Asharul Mashudi (27), alamat Jl. Sugriwo Baru, RT07/RW03, Semarang berdasarkan dua data sekunder yaitu Properti pakaian dinas Penerbad serta kartu identitas yang melekat pasa jenazah dan catatan medis.
 
Jenazah nomor 62/005-2/Oksibil teridentifikasi sebagai Praka Dwi Purnomo (30), alamat Asrama Penerbad Kembang Arum, RT02/RW02, Semarang berdasarkan data primer gigi.
 
Jenazah nomor 62/002/Oksibil teridentifikasi sebagai Sertu Dita Ilham (24), Alamat Barak BA/TA Skuadron/31/Serbu, Banyumas, Kemutung Kidul, RT08/RW01 Kecamatan Batu Raden berdasarkan dua data sekunder yaitu properti dan catatan medis.
 
Jenazah nomor 62/012/Oksibil teridentifikasi sebagai Serda Ikrar Satya Nainggolan (26), Alamat Jl. Obadri, RT02/RW01, Desa Remu Selatan Kecamatan Sorongmanai, Kota Sorong berdasarkan teknik Exclusi.
 
Jenazah nomor 62/009/Oksibil teridentifikasi sebagai Pratu Yanuarius Loe (27), alamat Dusun Seoa, RT01/RW01, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasiseto Barat, Kabupaten Beno, Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan data primer gigi dan data sekunder berupa properti pakaian PDL loreng.
 
Jenazah nomor 62/010/Oksibil teridentifikasi sebagai Pratu Risno (24) alamat, Desa Kambowa, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton berdasarkan dua data sekunder yaitu properti dan catatan medis.
 
Jenazah nomor 62/008/Oksibil teridentifikasi sebagai Prada Sudjono Kaimuddin (25), alamat Desa Iha, Kecamatan Hauwal, Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan data primer gigi dan data sekunder berupa properti pakaian PDL loreng.
 
Jenazah nomor 62/011/Oksibil teridentifikasi sebagai Prada Tegas Hadi (23), alamat Dusun Kramat Jati, Desa Suling Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso berdasarkan dua data sekunder berupa properti pakaian PDL loreng dan catatan medis.
 


 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif